Hapus Larangan Muslim Masuk AS, Trump Dipuji Pangeran Saudi

Jum'at, 11 November 2016 - 11:08 WIB
Hapus Larangan Muslim...
Hapus Larangan Muslim Masuk AS, Trump Dipuji Pangeran Saudi
A A A
WASHINGTON - Beberapa proposal kontroversial dari kampanye Donald Trump saat mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat (AS), termasuk “larangan Muslim masuk AS” telah dihapus dari website kampanye. Langkah pihak presiden terpilih AS ini dipuji pangeran kaya raya asal Arab Saudi, Al-Waleed bin Talal.

Materi proposal kontroversial itu hilang dari situs kampanye Trump pada hari Kamis (10/11/2016). Selain materi kampanye negatif tentang Muslim, materi yang dihapus juga soal janji untuk membatalkan Perjanjian Iklim Paris.

Meteri-materi proposal itu semual muncul pada 7 Desember 2015 dengan judul; ”Pernyataan Donald J. Trump Mencegah Imigrasi Muslim”. Materi itu berisi seruan untuk mencegah pendatang Muslim memasuki AS.

Tim kampanye Trump tidak menanggapi permintaan komentar yang diminta sejumlah media via email terkait dihapusnya materi tersebut. Materi-materi itu diduga dihapus saat pemilihan presiden (Pilpres) AS berlangsung.

Pangeran Kerajaan Arab Saudi yang dikenal sebagai miliarder, Al-Waleed bin Talal, memuji Trump atas langkahnya menghapus materi proposal “larangan Muslim masuk AS” dari website. Pangeran Saudi ini kepada NBC News juga senang karena Trump juga menghapus pernyataan-pernyataan yang menyinggung umat Muslim dari akun Twitter-nya.

Presiden Komite Anti-Diskriminasi Amerika-Arab, Samer Khalaf, ikut memuji langkah Trump. ”Kami berterima kasih padanya karena menghapus kata-kata itu,” kata Khalaf, seperti dikutip Reuters, Jumat (11/11/2016).

Tapi, dia tetap minta pemerintahan Trump merealisasikan dalam tindakan. ”Tapi, Anda tahu apa, kata adalah satu hal, tindakan adalah sesuatu yang sama sekali berbeda,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Akui Kekalahan dari...
Akui Kekalahan dari Donald Trump di Pilpres AS, Kamala Harris Sampaikan Pidato Konsesi
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
26 menit yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
4 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
5 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
6 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
7 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
8 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved