Jet-jet Rusia Dituduh Lakukan Agresi Udara NATO 600 Kali

Selasa, 08 November 2016 - 18:01 WIB
Jet-jet Rusia Dituduh...
Jet-jet Rusia Dituduh Lakukan Agresi Udara NATO 600 Kali
A A A
BRUSSELS - Pihak NATO menuduh jet-jet tempur Rusia bersenjata lengkap melakukan “agresi” udara negara-negara NATO sekitar 600 kali dalam setahun. Presiden Vladimir Putin juga dituduh menginstruksikan pilot-pilot tempurnya untuk aktif melanggar protokol di kawasan Baltik.

Sebagai respons, pesawat-pesawat tempur NATO mendekati jet-jet tempur Rusia dalam jarak sekitar 10 yard atau sekitar sembilan meter. Tuduhan NATO ini dilansir media Inggris, express.co.uk, Selasa (8/11/2016), mengutip sumber pertahanan NATO.

“Pesawat jet tempur (Rusia) hampir selalu bersenjata lengkap,” kata komandan militer Jerman, Swen Jacob. ”Enam jenis rudal. Mereka bisa membawa sampai 10,” ujarnya.

Dalam satu insiden baru-baru ini, 13 jet tempur Rusia diintai karena muncul untuk mengawal sistem rudal nuklir di laut yang mendorong pilot Jerman untuk campur tangan. Dalam pertemuan Dewan NATO-Rusia, NATO menyerukan Rusia untuk menghentikan latihan di atas Laut Baltik.

NATO menuding Putin memanfaatkan Pemilu Amerika Serikat (AS) untuk melenturkan otot militernya. Pihak NATO, mengutip pernyataan Putin yang dilontarkan bulan lalu, yang dianggap sebagai retorika Kremlin.

”Ada banyak isu yang telah menjadi sulit untuk berdiskusi dengan pemerintahan (AS) saat ini, karena praktis tidak ada kewajiban yang terpenuhi dan tidak ada perjanjian yang dihormati, termasuk pada orang-orang di Suriah,” kata Putin waktu itu.

”Kami siap, dalam hal apapun, untuk berbicara dengan presiden baru (AS) dan mencari solusi untuk apapun, bahkan masalah yang paling sulit,” lanjut Putin.

Mantan Wakil Sekjen NATO Alexander Vershbow mengatakan perilaku Kremlin bisa menjadi bumerang. “(Mereka) jelas dimaksudkan untuk membalikkan dalam hal diplomatik,” katanya.

”Mereka harus berhati-hati untuk tidak mendapatkan pijakan, bahkan lebih buruk dengan pemerintahan AS yang baru,” lanjut Vershow.

Juri Luik, Kepala Pusat Internasional untuk Pertahanan dan Keamanan Estonia mengatakan bahwa Estonia telah dipaksa untuk meminta dukungan NATO. “Kami tidak bisa menangani sendiri. Kami membutuhkan bantuan dari sekutu kami,” katanya.

”Rusia ingin sinyal dalam seribu cara yang berbeda bahwa mereka adalah ‘top dog’, ini adalah daerah mereka,” ujarnya. NATO telah mengakui bahwa mereka menghadapi perjuangan yang berat untuk menjaga integritas wilayah udara negara-negara anggotanya.

Pemerintah maupun militer Rusia belum merespons tuduhan terbaru NATO ini. Selama ini, Rusia mengklaim jet-jet tempurnya beroperasi di wilayah udara internasional sesuai hukum internasional.
(mas)
Berita Terkait
Jerman Berikan Bantuan...
Jerman Berikan Bantuan Perang untuk Ukraina Sebesar 6,5 Trilyun Rupiah
7.500 Pasukan Gabungan...
7.500 Pasukan Gabungan NATO Gelar Latihan Perang di Pangkalan Militer Jerman
Waspadai Perang Rusia...
Waspadai Perang Rusia Ukraina, NATO Gelar Latihan di Laut Baltik
NATO Peringatkan Rusia:...
NATO Peringatkan Rusia: Patuhi Kewajiban Internasional atau Hadapi Konsekuensinya
NATO Meradang Rusia...
NATO Meradang Rusia Tangguhkan Misi Diplomatik
Terungkap, NATO Sudah...
Terungkap, NATO Sudah Lama Merencanakan Perluasan Wilayah Dekat Rusia
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
9 menit yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
41 menit yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
1 jam yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
2 jam yang lalu
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
2 jam yang lalu
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
3 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved