Dubes Rusia di Dublin Kesal Didemo Soal Suriah
Minggu, 06 November 2016 - 14:14 WIB
Dubes Rusia di Dublin Kesal Didemo Soal Suriah
A
A
A
DUBLIN - Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Irlandia mengecam aksi protes "ilegal" di luar misi diplomatik di Dublik oleh aktivis anti Assad. Aksi protes itu adalah yang terbaru dari serangkaian demonstrasi dan kontra demonstrasi di luar misi diplomatik di seluruh Eropa minggu ini.
Dubes Rusia untuk Irlandia Nikolay Ivanov tidak bisa menyembunyikan kekesalannya karena pihak kedutaan tidak diberitahu terlebih dahulu tentang aksi protes "ilegal" tersebut dan mengatakan staf Kedubes telah menelpon polisi. Diplomat itu pun mempertanyakan substansi demonstrasi tersebut.
"Sayangnya kebanyakan orang yang ambil bagian dalam demo ini tidak menyadari tentang situasi nyata di Suriah, karena slogan utama demonstrasi ini adalah tentang partisipasi Rusia dalam peristiwa di Suriah pada umumnya, dan di Aleppo pada khususnya," kata Ivanov seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (6/11/2016).
Ivanov juga mengingatkan para aktivis bahwa Rusia belum menerbangkan pesawat ke Aleppo selama lebih dari 19 hari. "Hal ini juga untuk diketahui sebagian besar orang di seluruh dunia bahwa Angkatan Udara Rusia tidak berpartisipasi dalam operasi di dalam Aleppo. Mereka menerima berita dari media massa Barat. Kurangnya informasi yang akurat telah mengakibatkan tindakan seperti ini," katanya.
Sekitar puluhan orang berkumpul di luar kompleks Kedubes Rusia pada Sabtu sore memprotes serangan di Aleppo. Mereka memegang spanduk bertuliskan "Hentikan barbarisme Anda di Aleppo, Putin" dan "Putin Berhenti Membom Bayi". Sejumlah anak kecil memblokir pintu masuk gedung dengan serangkaian mainan di depan gerbang.
Dubes Rusia untuk Irlandia Nikolay Ivanov tidak bisa menyembunyikan kekesalannya karena pihak kedutaan tidak diberitahu terlebih dahulu tentang aksi protes "ilegal" tersebut dan mengatakan staf Kedubes telah menelpon polisi. Diplomat itu pun mempertanyakan substansi demonstrasi tersebut.
"Sayangnya kebanyakan orang yang ambil bagian dalam demo ini tidak menyadari tentang situasi nyata di Suriah, karena slogan utama demonstrasi ini adalah tentang partisipasi Rusia dalam peristiwa di Suriah pada umumnya, dan di Aleppo pada khususnya," kata Ivanov seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (6/11/2016).
Ivanov juga mengingatkan para aktivis bahwa Rusia belum menerbangkan pesawat ke Aleppo selama lebih dari 19 hari. "Hal ini juga untuk diketahui sebagian besar orang di seluruh dunia bahwa Angkatan Udara Rusia tidak berpartisipasi dalam operasi di dalam Aleppo. Mereka menerima berita dari media massa Barat. Kurangnya informasi yang akurat telah mengakibatkan tindakan seperti ini," katanya.
Sekitar puluhan orang berkumpul di luar kompleks Kedubes Rusia pada Sabtu sore memprotes serangan di Aleppo. Mereka memegang spanduk bertuliskan "Hentikan barbarisme Anda di Aleppo, Putin" dan "Putin Berhenti Membom Bayi". Sejumlah anak kecil memblokir pintu masuk gedung dengan serangkaian mainan di depan gerbang.
(ian)