Dua Personel Militer AS Ditembak Pasukan Yordania
Jum'at, 04 November 2016 - 20:49 WIB
Dua Personel Militer AS Ditembak Pasukan Yordania
A
A
A
AMMAN - Dua personel militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan ditembak mati oleh pasukan Yordania. Kedua anggota militer AS yang ditembak diketahui merupakan penasihat militer yang bertugas memberikan pelatihan di negara tersebut.
Menurut keterangan sumber militer Yordania, keduanya ditembak setelah mobil yang mereka kendarai memaksa masuk pangkalan militer Yordania. Keduanya terus memacu kendaraan, walaupun pasukan Yordania sudah meminta mereka untuk berhenti.
"Ada baku tembak di pintu masuk ke pangkalan setelah upaya oleh kendaraan pelatih untuk memasuki pintu gerbang tanpa mengindahkan perintah penjaga untuk berhenti," kata sumber itu, seperti dilansir Reuters pada Jumat (4/11).
Sumber itu menambahkan saat ini penyeldikan mengenai insiden tersebut sedang dilakukan. Insiden itu sendiri diketahui terjadi di pangkalan udara Pangeran Faisal di Yordania selatan.
Sementara itu, sejauh ini belum ada komentar resmi baik dari pemerintah Yordania ataupun pemerintah AS mengenai insiden ini. Belum diketahui juga alasan kedua anggota militer AS itu memaksa masuk pangkalan udara Pangeran Faisal.
Menurut keterangan sumber militer Yordania, keduanya ditembak setelah mobil yang mereka kendarai memaksa masuk pangkalan militer Yordania. Keduanya terus memacu kendaraan, walaupun pasukan Yordania sudah meminta mereka untuk berhenti.
"Ada baku tembak di pintu masuk ke pangkalan setelah upaya oleh kendaraan pelatih untuk memasuki pintu gerbang tanpa mengindahkan perintah penjaga untuk berhenti," kata sumber itu, seperti dilansir Reuters pada Jumat (4/11).
Sumber itu menambahkan saat ini penyeldikan mengenai insiden tersebut sedang dilakukan. Insiden itu sendiri diketahui terjadi di pangkalan udara Pangeran Faisal di Yordania selatan.
Sementara itu, sejauh ini belum ada komentar resmi baik dari pemerintah Yordania ataupun pemerintah AS mengenai insiden ini. Belum diketahui juga alasan kedua anggota militer AS itu memaksa masuk pangkalan udara Pangeran Faisal.
(esn)