Bela Hillary, Obama Kritik FBI soal Investigasi Skandal E-Mail

Kamis, 03 November 2016 - 01:53 WIB
Bela Hillary, Obama...
Bela Hillary, Obama Kritik FBI soal Investigasi Skandal E-Mail
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama membela kandidat presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton dengan mengkritik FBI yang mengumumkan investigasi baru terhadap skandal e-mail Hillary. Menurut Obama, FBI tak seharusnya melakukan investigasi berdasarkan bocoran dan sindiran.

Tapi, Obama menegaskan bahwa dia tidak ingin intervensi terkait kerja FBI. Sikap Obama itu menunjukkan ketidaksukaannya pada investigasi FBI terhadap skandal e-mail Hillary.

”Saya berpikir bahwa ada norma, ketika ada investigasi kita tidak beroperasi pada sindiran dan kami tidak beroperasi pada informasi yang tidak lengkap, dan kami tidak beroperasi pada kebocoran. Kami beroperasi berdasarkan keputusan konkret yang dibuat,” kata Obama kepada NowThisNews dalam wawancara yang ditayangkan pada hari Rabu, seperti dikutip Reuters, Kamis (3/11/2016).

FBI pada Jumat lalu mengumumkan penyelidikan baru terkait skandal e-mail Hillary. Menurut FBI, penyelidikan terkait tindakan Hillary yang menggunakan server pribadi untuk bisnis atas nama pemerintah ketika dia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS era Obama pada 2009-2013.

Pengumuman itu disampaikan Direktur FBI James Comey. Pengumuman muncul 11 hari sebelum Pemilu AS digelar 8 November nanti. Keputusan bos FBI itu memicu kemarahan dari Partai Demokrat karena dianggap tidak adil dan akan mempengaruhi dukungan suara terhadap Hillary.

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan bahwa pihaknya tidak membela atau mengkritik Keputusan Comey. Namun, dia menekankan pesan Presiden Obama soal kepatuhan terhadap tradisi lama dan norma-norma yang dipakai dalam penyelidikan FBI.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Pasar Taruhan Unggulkan...
Pasar Taruhan Unggulkan Trump Menangkan Pilpres Amerika Serikat 2024
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Pertarungan Retorika...
Pertarungan Retorika Penuh Intrik di Pilpres Amerika Serikat
Akui Kekalahan dari...
Akui Kekalahan dari Donald Trump di Pilpres AS, Kamala Harris Sampaikan Pidato Konsesi
Berita Terkini
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
14 menit yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
37 menit yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
1 jam yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
1 jam yang lalu
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
1 jam yang lalu
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
2 jam yang lalu
Infografis
6 Pebulu Tangkis Indonesia...
6 Pebulu Tangkis Indonesia Hengkang Bela Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved