Ini Penyebab Puluhan Pesawat Lenyap Misterius di Segitiga Bermuda

Minggu, 23 Oktober 2016 - 01:59 WIB
Ini Penyebab Puluhan...
Ini Penyebab Puluhan Pesawat Lenyap Misterius di Segitiga Bermuda
A A A
COLORADO - Selama berabad-abad banyak teori bermunculan atas misteri di balik tragedi di Segitiga Bermuda, di mana lebih dari 75 pesawat dan ratusan kapal lenyap misterius. Kini, seorang ilmuwan memiliki jawaban soal penyebab tragedi misterius di Segitiga Bermuda.

Dr Steve Miller, ahli satelit meteorologi dari Colorado State University, memperkirakan bahwa awan heksagonal lebih 1,3 juta km persegi (500.000 mil persegi) yang membentang di antara Bermuda, Florida dan Puerto Rico, dapat menciptakan angin besar berkecepatan 170 mph.

Angin besar ini, kata Miller, menciptakan “bom udara” yang menimbulkan ledakan udara mematikan yang dapat merobohkan pohon, kapal hingga pesawat.

Jawaban misteri Segitiga Bermuda dari Miller ini muncul setelah menganalisis citra satelit NASA. Dari hasil analisis itu, dia menemukan awan berbentuk segi enam yang membentang 240 km dari lepas pantai Florida dan Bahama.

Miller yang berbicara kepada Science Channel, mengatakan bahwa bentuk awan di Segitiga Bermuda tidak memiliki ujung yang lurus. ”Anda tidak biasanya melihat ujung awan yang lurus,” kata Miller. ”Sebagian besar waktu, awan terbentuk acak dalam distribusinya,” katanya lagi.

“Bom udara” yang tercipta dari awan heksagonal raksasa itu, ujar Miller, bisa jadi jawaban mengapa begitu banyak pesawat dan kapal hilang misterius di Segitiga Bermuda.

Para peneliti pernah meneliti awan dengan bentuk yang mirip di kawasan lepas pantai Inggris di Laut Utara. Awan heksagonal yang membawa angin berkecepatan hingga 160 kph dapat menciptakan gelombang lebih tinggi dari 14 meter.

”Jenis-jenis bentuk (awan) heksagonal di atas lautan dasarnya adalah ‘bom udara’,” kata Dr Randy Cerveny dari University of Arizona.

”Itu dibentuk oleh apa yang disebut microbursts dan ledakan udaranya menghantam laut dan kemudian menciptakan gelombang yang kadang-kadang dapat muncul dalam ukuran besar dan mulai berinteraksi satu sama lain,” ujar Cerveny, yang dikutip semalam (22/10/2016).
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
2 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
3 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
4 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
5 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
7 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
7 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved