Ketegangan Antara AS-Rusia Saat Ini Tertinggi Dalam 40 Tahun

Minggu, 16 Oktober 2016 - 16:19 WIB
Ketegangan Antara AS-Rusia...
Ketegangan Antara AS-Rusia Saat Ini Tertinggi Dalam 40 Tahun
A A A
NEW YORK - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia saat ini mencapai titik tertinggi dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Hal itu disampaikan Duta Besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin.
"Situasi umum saya pikir sangat buruk pada saat ini, mungkin yang terburuk sejak tahun 1973," kata Churkin dalam sebuah wawancara dengan media AS, seperti dilansir Russia Today pada Minggu (16/10).
Churkin merujuk Perang Yom Kippur, yang juga dikenal sebagai Perang Arab-Israel, yang dipimpin oleh Mesir dan Suriah melawan Israel dari tanggal 6 hingga 25 Oktober 1973. Perang melanda Semenanjung Sinai dan Dataran Tinggi Golan - wilayah yang telah diduduki oleh Israel sejak Perang Enam Hari tahun 1967.
Dirinya menyebut ketegangan ini disebabkan kurangnya rasa hormat dari AS dan kurangnya diskusi mendalam antara kedua pihak. Dia juga menjelaskan beberapa poin lainnya penyebab terus meningkatnya tensi antara Rusia dan AS
Hal pertama adalah provokasi yang ditujukan AS dan NATO di Eropa, dimana NATO menempatkan banyak pasukan di wilayah perbatasan Rusia. Churkin menambahkan, salah satu provokasi terbesar adalah puncak pada KTT NATO tahun 2008 lalu, di mana aliansi memutuskan bahwa Ukraina dan Georgia akhirnya harus menjadi anggota NATO.
DIa menekankan, selain ekspansi NATO, pencabutan pejanjian Anti-Rudal Balistik (ABM) oleh AS di bawah pemerintahan George W. Bush pada 2001 adalah faktor lainnya.
Ditandatangani pada tahun 1972 oleh Washington dan Moskow untuk memperlambat perlombaan senjata nuklir, Traktat ABM dilanggar oleh AS yang ditandai dengan uji coba rudal balisitik. Perjanjian itu didasarkan pada premis bahwa jika salah superpower dibangun pertahanan strategis, yang lain akan membangun kekuatan nuklir ofensif untuk mengimbangi pertahanan, sehingga perlombaan senjata yang tidak pernah berakhir.
"Tapi titik didihnya adalah saat terjadi konflik di Ukraina menyusul kudeta, yang didukung oleh AS, dan kemudian mereka menyalahkan hal itu pada Rusia, untuk membenarkan pengenalan sanksi terhadap Moskow," kata Churkin.
Konflik di Suriah, lanjut Churkin, seperti menjadi puncak dari segalanya. Ketegangan kedua mulai mencapi titik tertinggi saat kesepakatan gencatan senjata di Suriah pecah, dan AS memutuskan untuk menghentikan pembicaraan dengan Rusia mengenai Suriah. Pembicaraan yang akhirnya kembali dimulai tengah pekan lalu.
(esn)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
1 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
2 jam yang lalu
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
2 jam yang lalu
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
3 jam yang lalu
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
11 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
13 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved