Indonesia-Qatar Akan Tingkatkan Kerjasama Keamanan

loading...
Indonesia-Qatar Akan Tingkatkan Kerjasama Keamanan
Indonesia-Qatar Akan Tingkatkan Kerjasama Keamanan
DOHA - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu akan mengundang Menhan Qatar Khalid Bin Mohammed Al Attiyah untuk menghadiri Indo Defense 2016 yang dilaksanakan pada tanggal 2-5 November 2016. Undangan tersebut dalam rangka peningkatan hubungan keamanan kedua negara dan sekaligus melihat perkembangan peralatan industri pertahanan.

Demikian hasil pertemuan Dubes RI untuk Qatar, Muhammad Basri Sidehabi dan Menhan Ryamizard pada tanggal 13 Oktober 2016 lalu di Jakarta. Kunjungan Dubes Basri ke Jakarta dalam rangka membawa Delegasi Pengusaha Qatar menghadiri Trade Expo Indonesia 2016.

"Selain membawa delegasi pengusaha juga akan mempromosikan produk industri peralatan militer Indonesia yang cukup dikenal di Timur Tengah," ujar mantan Anggota DPR ini dalam rilis yang diterima Sindonews, Sabtu (15/10/2016). Saat ini Qatar mengimpor produk pakaian militer untuk angkatan bersenjata Qatar dari PT Sritex.

Dubes Basri mengatakan bahwa Qatar tertarik untuk mempelajari perkembangan produk militer yang dihasilkan oleh PT. Pindad, PT. Dirgantara Indonesia dan PT PAL yang telah diekspor ke berbagai negara khususnya negara-negara di kawasan ASEAN. Ditambahkan produk-produk militer Indonesia cukup dikenal di Qatar khususnya light tank dan senjata militer.





Menurut Menhan Ryamizard, Indo Defense 2016 merupakan pameran industri pertahanan terbesar yang mempromosikan produk pertahanan militer darat, laut dan aerospace. Sekitar 800 perusahaan dari 20 negara akan memamerkan teknologi militer dengan melibatkan sekitar 20 ribu pengunjung.

Menurut Dubes Sidehabi, meski wilayahnya relatif kecil namun qatar merupakan pangsa produk militer yang besar di Timur Tengah. Selain mengimpor berbagai produk alusista dari negara Barat, Qatar juga mengimpor berbagai produk militer dari negara berkembang lainnya seperti Pakistan, Turki dan negara lainnya. Peluang produk militer Indonesia dianggap cukup berpeluang untuk menyaingi produk-produk negara tersebut.

Menurut Kuasa Usaha Ad-interm KBRI Doha, Boy Dharmawan, dalam beberapa tahun terakhir kawasan regional termasuk negara-negara Teluk mengimpor peralatan militer besar-besaran sekitar USD 150 miliar. Hal ini membuka peluang bagi produk Indonesia. Ditambahkan, hubungan RI-Qatar terus mengalami peningkatan. Hal ini tercermin antara lain rencana kunjungan Delegasi Kepolisian Qatar ke Indonesia pada bulan November 2016 guna peningkatan kerjasama hubungan keamanan kedua negara.

Kepolisian Qatar akan mempelajari penanggulangan kenakalan remaja, upaya pencegahan dari tindak kriminal pada remaja dan perdagangan manusia dari Kepolisian Indonesia. Kerjasama juga akan mencakup peningkatan kompetensi capacity building dalam menghadapi tantangan keamanan di Qatar.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top