Indonesia Sambut Baik Terpilihnya Sekjen PBB yang Baru
Sabtu, 15 Oktober 2016 - 02:55 WIB
Indonesia Sambut Baik Terpilihnya Sekjen PBB yang Baru
A
A
A
JAKARTA - Indonesia menyambut baik keputusan Majelis Umum PBB, 13 Oktober 2016, yang menetapkan Antonio Guterres sebagai Sekjen PBB untuk periode 1 Januari 2017 - 31 Desember 2021. Penetapan Guterres sebagai Sekjen PBB yang baru menggantikan Ban Ki-moon sesuai rekomendasi Dewan Keamanan PBB.
"Indonesia menghargai proses pemilihan Sekjen PBB kali ini yang lebih terbuka, inklusif dan transparan," begitu pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia dalam rilis yang diterima Sindonews, Sabtu (15/10/2016).
Kemlu menyatakan sebagai negara yang percaya terhadap dan mendukung kerja PBB, Indonesia mengharapkan Sekjen PBB yang baru nanti dapat menjalankan tugas dan mandatnya sesuai dengan Piagam PBB. Indonesia juga berharap Sekjen PBB dapat melaksanakan kepemimpinan yang kuat dan imparsial, serta menunjukkan independensi, akuntabilitas, dan integritas yang tinggi.
Selain itu, sebagai Sekjen PBB, Guterres dapat menempatkan pencegahan konflik sebagai agenda utama PBB di bidang perdamaian dan keamanan, ,mendorong implementasi Agenda 2030, Addis Ababa Action Agenda, dan Paris Climate Agreement, melalui advokasi, dukungan PBB yang terkoordinasi baik, dan kemitraan yang lebih erat.
Sekjen PBB diharapkan juga bisa mengadopsi pendekatan baru untuk merespon secara efektif krisis kemanusiaan, seraya memperkuat upaya pencegahan dan perlindungan, meningkatkan kualitas pasukan misi pemeliharaan perdamaian PBB dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di berbagai belahan dunia. Selain itu, Sekjen PBB bisa mendorong reformasi Sekretariat PBB untuk meningkatkan akuntabilitas, efektifitas dan efisiensi dalam mendukung negara anggota dalam implementasi komitmen dan agenda global.
"Indonesia senantiasa siap bekerjasama dengan Sekretaris Jenderal PBB yang baru dalam menjaga perdamaian dan ketertiban dunia konsisten dengan UUD 1945," demikian pernyataan Kemlu.
"Indonesia menghargai proses pemilihan Sekjen PBB kali ini yang lebih terbuka, inklusif dan transparan," begitu pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia dalam rilis yang diterima Sindonews, Sabtu (15/10/2016).
Kemlu menyatakan sebagai negara yang percaya terhadap dan mendukung kerja PBB, Indonesia mengharapkan Sekjen PBB yang baru nanti dapat menjalankan tugas dan mandatnya sesuai dengan Piagam PBB. Indonesia juga berharap Sekjen PBB dapat melaksanakan kepemimpinan yang kuat dan imparsial, serta menunjukkan independensi, akuntabilitas, dan integritas yang tinggi.
Selain itu, sebagai Sekjen PBB, Guterres dapat menempatkan pencegahan konflik sebagai agenda utama PBB di bidang perdamaian dan keamanan, ,mendorong implementasi Agenda 2030, Addis Ababa Action Agenda, dan Paris Climate Agreement, melalui advokasi, dukungan PBB yang terkoordinasi baik, dan kemitraan yang lebih erat.
Sekjen PBB diharapkan juga bisa mengadopsi pendekatan baru untuk merespon secara efektif krisis kemanusiaan, seraya memperkuat upaya pencegahan dan perlindungan, meningkatkan kualitas pasukan misi pemeliharaan perdamaian PBB dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks di berbagai belahan dunia. Selain itu, Sekjen PBB bisa mendorong reformasi Sekretariat PBB untuk meningkatkan akuntabilitas, efektifitas dan efisiensi dalam mendukung negara anggota dalam implementasi komitmen dan agenda global.
"Indonesia senantiasa siap bekerjasama dengan Sekretaris Jenderal PBB yang baru dalam menjaga perdamaian dan ketertiban dunia konsisten dengan UUD 1945," demikian pernyataan Kemlu.
(ian)