Kim Jong-un Ditakutkan Gempur AS dengan Nuklir saat Pilpres

Kamis, 13 Oktober 2016 - 16:15 WIB
Kim Jong-un Ditakutkan...
Kim Jong-un Ditakutkan Gempur AS dengan Nuklir saat Pilpres
A A A
WASHINGTON - Rezim Kim Jong-un yang memimpin Korea Utara (Korut) ditakutkan akan menggempur wilayah Amerika Serikat (AS) dengan rudal nuklir saat Pemilu Presiden (Pilpres) berlangsung November nanti. Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, AS dan Korea Selatan (AS) akan melakukan pertemuan khusus pekan depan.

Kekhawatiran bahwa Pyongyang akan melucurkan serangan nuklir terhadap wilayah AS saat Pilpres itu disampaikan Center for Strategic and International Studies (CSIS), sebuah kelompok think tank top yang berbasis di AS. Kekhawatiran muncul sejak Pyongyang menuduh Washington sudah “melintasi garis merah” dan mengancam mengirim rudal ke wilayah AS.

Analisis CSIS itu juga diperkuat dengan gambar citra satelit yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas di situs rudal nuklir Korut.

“Pola ini menunjukkan provokasi dini satu bulan sebelum pemilihan presiden AS pada minggu pertama Oktober atau selama masa transisi bagi pemerintahan AS berikutnya (yang dimulai pada bulan Desember),” bunyi pernyataan CSIS melalui seorang juru bicaranya.

Korut telah marah setelah Angkatan Udara AS bermanuver dengan pesawat pengebom B-2 di wilayah udara Korsel yang dekat dengan pangkalan militer Korut. Kim Jong-un pernah bersumpah “menghantam AS dengan serangan nuklir tanpa ampun yang akan membuat Washington ke titik kehancuran akhir”.

Sementara itu, para pejabat tinggi AS dan Korea Selatan dijadwalkan melakukan pertemuan khusus di Wasihngton pada 19 Oktober 2016. Pertemuan itu untuk menentukan tindakan terhadap Korut yang sudah melakukan uji coba senjata nuklir yang kelima kali.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Cho June-hyuck, menyebut pertemuan itu sebagai dialog “dua-plus-dua”. Pertemuan akan dihadiri Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Yun Byung-se, Menteri Pertahanan Korea Selatan, Han Min-koo dan rekan-rekannya dari AS; John Kerry dan Ashton Carter.

”Secara khusus,” kata Cho. ”Di bawah keadaan genting, di mana ancaman nuklir dan rudal Korut meningkat secara kualitatif, termasuk uji coba nuklir kelima. Pertemuan ini diharapkan dapat mencakup berbagai hal mengenai Korut, termasuk sanksi dan bentuk tekanan diplomatik lainnya terhadap Korut,” ujar Cho, seperti dikutip Korea JoongAng Daily, Kamis (13/10/2016).
(mas)
Berita Terkait
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
1 jam yang lalu
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
4 jam yang lalu
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
6 jam yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
6 jam yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
7 jam yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
8 jam yang lalu
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved