Gadis 5 Tahun Diduga Diperkosa, Massa di India Amuk Konvoi Menteri
Senin, 10 Oktober 2016 - 11:20 WIB
Gadis 5 Tahun Diduga Diperkosa, Massa di India Amuk Konvoi Menteri
A
A
A
NASHIK - Seorang gadis cilik berusia lima tahun dari komunitas Maratha, India, diduga disiksa dan diperkosa oleh seorang remaja dari kasta Dalit di Talegaon, Trimbakeshwar, Nashik. Sehari sesudahnya, massa turun ke jalan membakar bus pemerintah dan mengamuk konvoi menteri.
Amuk massa terjadi hari Minggu. Akasi anarki itu tak hanya dipicu kasus dugaan perkosaan pada gadis cilik, tapi juga karena komentar Menteri Sumber Daya Air Negara Bagian Nashik, Girish Mahajan.
Menteri Mahajan mengatakan, kasus itu merupakan upaya untuk pemerkosaan dan bukan perkosaan seperti yang dituduhkan para penduduk desa. Massa yang emosi juga menyerang mobil petinggi Kepolisian Nashik, Inspektur Jenderal Polisi Vinaykumar Choube.
”Kami telah memeriksa kasus 376 KUHP India (pemerkosaan) dan bagian-bagian tertentu dari UU Pencegahan Anak dari Pelanggaran Seksual. Tersangka yang masih di bawah umur telah ditangkap,” kata petugas District Collector Nashik, Radhakrishnan B.
Menurutnya, prioritas aparat keamanan saat ini adalah mengontrol hukum dan ketertiban. ”Beberapa bus dan kendaraan pribadi dibakar oleh massa. Kami telah mengirim lebih banyak polisi di daerah dan prioritas kami adalah untuk membuat hukum dan situasi ketertiban di bawah kontrol,” ujar Radhakrishnan, seperti dikutip Indian Express, Senin (10/10/2016).
Gadis lima tahun yang diduga jadi korban pemerkosaan telah dipanggil petugas untuk menjalani pemeriksaan, termasuk uji sampel darah, urine dan organ kemaluan.
Menurut seorang kerabat korban, dugaan pemerkosaan berlangsung pada Sabtu sore. Korban sedang bermain dengan kakaknya yang berusia tujuh tahun di halaman ruma mereka. Saat itu, tersangka memikat kedua gadis dengan cokelat.
Tersangka kemudian membawa keduanya gadis ke sebuah gedung sekolah yang kosong. Di lokasi itulah, tersangka diduga menyerang mereka. Gadis tujuh tahun berhasil melarikan diri, tapi adiknya tidak bisa.
“Kakak berhasil melarikan diri dan melapor. Orang tua bergegas ke tempat itu bersama dengan beberapa penduduk desa dan (tersangka) tertangkap tangan,” kata salah satu kerabat korban yang menolak disebut namanya.”Gadis itu (mengalami luka) memar.”
Amuk massa terjadi hari Minggu. Akasi anarki itu tak hanya dipicu kasus dugaan perkosaan pada gadis cilik, tapi juga karena komentar Menteri Sumber Daya Air Negara Bagian Nashik, Girish Mahajan.
Menteri Mahajan mengatakan, kasus itu merupakan upaya untuk pemerkosaan dan bukan perkosaan seperti yang dituduhkan para penduduk desa. Massa yang emosi juga menyerang mobil petinggi Kepolisian Nashik, Inspektur Jenderal Polisi Vinaykumar Choube.
”Kami telah memeriksa kasus 376 KUHP India (pemerkosaan) dan bagian-bagian tertentu dari UU Pencegahan Anak dari Pelanggaran Seksual. Tersangka yang masih di bawah umur telah ditangkap,” kata petugas District Collector Nashik, Radhakrishnan B.
Menurutnya, prioritas aparat keamanan saat ini adalah mengontrol hukum dan ketertiban. ”Beberapa bus dan kendaraan pribadi dibakar oleh massa. Kami telah mengirim lebih banyak polisi di daerah dan prioritas kami adalah untuk membuat hukum dan situasi ketertiban di bawah kontrol,” ujar Radhakrishnan, seperti dikutip Indian Express, Senin (10/10/2016).
Gadis lima tahun yang diduga jadi korban pemerkosaan telah dipanggil petugas untuk menjalani pemeriksaan, termasuk uji sampel darah, urine dan organ kemaluan.
Menurut seorang kerabat korban, dugaan pemerkosaan berlangsung pada Sabtu sore. Korban sedang bermain dengan kakaknya yang berusia tujuh tahun di halaman ruma mereka. Saat itu, tersangka memikat kedua gadis dengan cokelat.
Tersangka kemudian membawa keduanya gadis ke sebuah gedung sekolah yang kosong. Di lokasi itulah, tersangka diduga menyerang mereka. Gadis tujuh tahun berhasil melarikan diri, tapi adiknya tidak bisa.
“Kakak berhasil melarikan diri dan melapor. Orang tua bergegas ke tempat itu bersama dengan beberapa penduduk desa dan (tersangka) tertangkap tangan,” kata salah satu kerabat korban yang menolak disebut namanya.”Gadis itu (mengalami luka) memar.”
(mas)