Sembilan Pria Australia Bercelana Dalam Bendera Malaysia Minta Maaf

Jum'at, 07 Oktober 2016 - 00:59 WIB
Sembilan Pria Australia...
Sembilan Pria Australia Bercelana Dalam Bendera Malaysia Minta Maaf
A A A
KUALA LUMPUR - Sembilan pria Australia yang ditahan polisi Sepang karena stripping dengan celana dalam bergambar bendera Malaysia telah meminta maaf. Aksi stripping para pria yang dijuluki “budgie nine” itu berlangsung hari Minggu lalu saat merayakan kemenangan pebalap Australia di ajang Formula Satu di Sepang, Malaysia.

Mereka bebas pada hari Kamis (6/10/2016) setelah meminta maaf kepada Pemerintah Malaysia. Tindakan sembilan pria Australia itu telah memicu kemarahan aparat kemanan Malaysia karena dianggap melakukan penghinaan terhadap bendera Malaysia.

Mereka mengaku bersalah atas tuduhan melakukan gangguan publik. Hukuman denda telah dijatuhkan Pemerintah Malaysia.

Baca:
Bercelana Dalam Gambar Bendera Malaysia, 9 Warga Australia Ditangkap


Kelompok “budgie nine” ini terdiri dari Thomas Whitworth, 28, Branden Stobbs, 29, Edward Leaney, 25, Nicolas Kelly, 27, Thomas Laslett, 28, James Paver, 27, Adam Pasfield, 25, Timothy Yates, 29—putra seorang diplomat senior Australia—dan Jack Walker, 26—seorang penasihat Menteri Industri Pertahanan Australia Christoper Pyne.

Di sebuah pengadilan, surat permintaan maaf mereka bacakan. Para warga Australia ini juga mengungkapkan penyesalannya.

”Kami tidak tahu bahwa perilaku kami akan dianggap tidak pantas, kasar, atau bahkan benar-benar menyinggung warga negara ini,” bunyi surat yang dibaca.

”Insiden ini dilakukan di saat terjadi kebodohan, dan untuk itu kami benar-benar menyesal bahwa kami telah menyakiti perasaan warga Malaysia pada umumnya,” lanjut surat itu.

”Kami juga memiliki kesukaan yang sama dan menghormati bendera nasional Australia kita sendiri, tetapi karena perbedaan budaya, kami dalam menghormati dan menghargai bendera nasional mungkin sangat berbeda,” imbuh surat permintaan maaf mereka.

Baca juga:
Kasus Celana Dalam Bendera Malaysia, Penasihat Menteri Australia Terlibat


John Walker, ayah dari Jack Walker, yang berwisata ke Malaysia untuk mendukung anaknya mengaku lega dengan keputusan pembebasan putranya. ”Semua keluarga di Australia, di seluruh dunia dan di sini pada hari ini lega, anak lelaki (kami) akan pulang,” katanya di luar kantor pengadilan Malaysia, kemarin, seperti dikutip dari ABC, Jumat (7/10/2016). ”Mereka anak-anak yang baik,” ujarnya.

”Tidak ada dakwaan, tidak ada, baik-baik saja dan anak-anak meminta maaf. Mereka mengakui apa yang mereka lakukan tidak dapat diterima, tetapi mereka telah dibersihkan (dari tuduhan) dan bebas bepergian dan pulang ke rumah dan melanjutkan hidup mereka,” ujar John Walker.
(mas)
Berita Terkait
Eks PM Australia Ungkap...
Eks PM Australia Ungkap Sosok yang Jatuhkan Malaysia Airlines MH370, Sebut Pembunuhan-Bunuh Diri
Nur Sajat Transgender...
Nur Sajat Transgender yang Mejeng di Depan Kakbah Kini Ada di Australia
Malaysia Airlines Pembawa...
Malaysia Airlines Pembawa 211 Orang Diancam Diledakkan, Terpaksa Putar Balik ke Sydney
Malaysia Tetap Ingin...
Malaysia Tetap Ingin Ekstradisi Nur Sajat, Transgender yang Mejeng Depan Kakbah
Malaysia Desak ASEAN...
Malaysia Desak ASEAN Sikapi Pakta Kapal Selam Nuklir Australia
Prabowo Dapat Ucapan...
Prabowo Dapat Ucapan Selamat dari Para Pemimpin Dunia
Berita Terkini
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
53 menit yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
1 jam yang lalu
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
2 jam yang lalu
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
3 jam yang lalu
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
5 jam yang lalu
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
6 jam yang lalu
Infografis
Bos Meta Minta Maaf...
Bos Meta Minta Maaf ke Orangtua yang Anaknya Jadi Korban Medsos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved