Bakar Diri usai Diperkosa Beramai-ramai, Mahasiswi India Meninggal

Rabu, 05 Oktober 2016 - 03:36 WIB
Bakar Diri usai Diperkosa...
Bakar Diri usai Diperkosa Beramai-ramai, Mahasiswi India Meninggal
A A A
GUWAHATI - Mahasiswi berusia 19 tahun asal Dhing, Distrik Nagaon, Assam, India, yang membakar diri usai diperkosa beramai-ramai akhirnya meninggal pada hari Selasa. Korban yang menderita luka bakar 80 persen telah bertahan hidup selama 11 hari.

Mahasiswi itu diperkosa beramai-ramai oleh teman-temannya pada 23 September lalu di sebuah krematorium. Sebelum korban meninggal, polisi setempat telah menahan tiga tersangka, Kangkan Saikia, Dipjyoti Kalita dan Gautam Saikia. Mereka ditahan selama lima hari sebelum akhirnya dibawa ke pengadilan.

”Dia memiliki 80 persen luka bakar dan kondisinya tidak memungkinkan dia untuk dibawa ke pengadilan untuk merekam pernyataannya,” kata pejabat polisi Dhing, Khargeswar Bordoloi.

“Kami telah mencatat pernyataan di rumahnya di hadapan kepala desa dan para tetua, dan saya telah memberitahu hakim tentang situasi. Saya yakin pernyataannya akan dipakai sebagai deklarasi sekarat,” ujar Bordoloi, seperti dikutip Times of India, semalam (4/10/2016).

Seorang pengacara, Angshuman Bora, mengomentari bukti pernyataan korban sebelum meninggal yang dianggap sebagai deklarasi sekarat. ”Pernyataan itu harus dicatat di pengadilan saja, tetapi karena korban tidak bisa dibawa ke pengadilan, itu harus dibuat secara hukum, apakah pernyataannya kepada polisi dapat diperlakukan sebagai deklarasi sekarat,” katanya.

“Penuntut juga harus membangun keterkaitan antara penyebab kematian dan pelanggaran, sehingga pernyataan terakhirnya dapat diperhitungkan sebagai deklarasi sekarat,” lanjut dia.

Mahasiswi yang identitasnya dilindungi itu menyirim dirinya dengan minyak tanah lalu membakar diri sebagai upaya bunuh diri untuk melepaskan stigma buruk setelah dia diperkosa secara massal.

“Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti. Kami telah menyita kendaraan di mana korban itu diduga dibawa oleh tersangka ke krematorium untuk aksi kejahatan. Ini milik salah satu kerabat dari salah satu terdakwa, Kangkan Saikia,” bunyi pernyataan kepolisian setempat.
(mas)
Berita Terkait
Banjir Lumpur Kubur...
Banjir Lumpur Kubur Truk di Sikkim India, 100 Warga Hilang
Banjir Terjang India,...
Banjir Terjang India, Lebih dari 60 Orang Tewas
Ritual Magh Mela, Pemandian...
Ritual Magh Mela, Pemandian Suci untuk Penebusan Dosa Bagi Umat Hindu di India
Jelang Hari Republik,...
Jelang Hari Republik, Tentara India Gelar Latihan Parade di New Delhi
Bukan Pesawat AS atau...
Bukan Pesawat AS atau Rusia, India Akhirnya Setujui Pembelian Jet Tempur Senilai Rp123 Triliun
Longsor di Manipur India,...
Longsor di Manipur India, Belasan Orang Tewas
Berita Terkini
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
43 menit yang lalu
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
1 jam yang lalu
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
2 jam yang lalu
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
3 jam yang lalu
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
4 jam yang lalu
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
5 jam yang lalu
Infografis
15 Kolonel Pecah Bintang...
15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved