Peres Dimakamkan, Israel Kerahkan 8.000 Pasukan dan Siaga Teror

Jum'at, 30 September 2016 - 11:34 WIB
Peres Dimakamkan, Israel...
Peres Dimakamkan, Israel Kerahkan 8.000 Pasukan dan Siaga Teror
A A A
YERUSALEM - Bekas Presiden Israel, Shimon Peres, yang meninggal Rabu lalu dimakamkan di Bukit Herzl, Yerusalem, hari ini (30/9/2016). Israel mengerahkan hingga 8.000 pasukan keamanan di jalan-jalan Yerusalem dan siaga tinggi dari ancaman serangan teror.

Pengerahan ribuan pasukan keamanan itu dilakukan Israel karena banyak pemimpin dunia menghadiri pemakaman Peres. Bekas Presiden Israel itu meninggal di usia 93 tahun setelah stroke parah selama dua minggu.

Pemakaman Peres dinobatkan sebagai pemakaman yang terbesar di Israel dalam 20 tahun terakhir. Hal itu sebagai penghormatan atas jasa-jasa Peres terhadap negara Yahudi itu.

Selain itu, Peres juga dihormati warga Israel sebagai pemenang Hadiah Nobel Perdamaian karena dianggap berjasa dalam upaya mendamaikan Israel dan Palestina di masa lalu. Meski demikian, media-media Arab telah menjuluki Peres sebagai penjahat perang dan tukang jagal terhadap rakyat Arab.

Ribuan pasukan keamanan itu akan siaga melindungi para pemimpin dunia yang hadir, seperti Presiden Amerika Serikat (AS); Barack Obama, Presiden Prancis; Francois Hollande, Presiden Jerman; Joachim Gauck hingga Pangeran Charles dari Inggris.

Kebanyakan para pemimpin dunia tiba di Bandara Ben Gurion, Tel Aviv. Mereka butuh 40 menit untuk melakukan perjalanan menuju Yerusalem.

Yang langka, Presiden Otoritas Palestina; Mahmoud Abbas, juga berencana untuk menghadiri pemakaman Peres. Sedangkan pihak Hamas di Gaza justru senang dengan kematian Peres.

Kepolisian Israel membenarkan ada hingga 8.000 pasukan keamanan yang dikerahkan di jalan-jalan Yerusalem. Badan Keamanan Israel, Shin Bet, dalam sebuah pernyataan juga menyatakan akan mengerahkan ratusan petugas.

”Operasi ini terdiri dari persiapan polisi yang diadakan dalam waktu singkat,” kata Menteri Keamanan Umum Israel, Gilad Erdan, dalam sebuah pernyataan. ”Kami berada dalam periode sensitif, termasuk ancaman teroris,” katanya, yang menambahkan petugas keamanan Israel dalam posisi siaga tinggi, seperti dikutip Daily Mail.
(mas)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
58 menit yang lalu
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
1 jam yang lalu
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
3 jam yang lalu
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
5 jam yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
6 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved