ISIS Serang Tentara AS di Irak dengan Senjata Kimia
Kamis, 22 September 2016 - 08:21 WIB
ISIS Serang Tentara AS di Irak dengan Senjata Kimia
A
A
A
WASHINGTON - Beberapa pejabat Amerika Serikat (AS) mengatakan ISIS diduga menembakan roket berisi mustard ke pangkalan udara Qayyara di Irak pada Selasa kemarin. Pangkalan udara Qayyara adalah tempat beroperasinya pasukan Irak dan AS.
Pasca serangan tersebut, pasukan AS menguji dan mendapatkan laporan awal bahwa roket tersebut berisi bahan kimia yang dipercayai sebagai zat mustard. Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan pasukan langsung mendatangi lokasi mendaratnya roket yang ditembakkan oleh ISIS. Berdasarkan apa yang mereka lihat, mereka menduga bahwa itu adalah zat kimia dan melakukan dua kali uji coba lapangan.
"Tes pertama adalah positif zat kimia dan yang kedua adalah negatif," kata pejabat itu. Substansi dari zat kimia itu sekarang sedang dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut seperti dikutip dari CNN, Kamis (22/9/2016).
Tentara AS yang terlibat dalam insiden itu kemudian menjalani dekontaminasi sebagai tindakan pencegahan. Tidak ada tentara yang menunjukkan gejala paparan, seperti kulit terbakar.
"Saya tidak tahu kapan kasus seperti ini terjadi kepada pasukan AS sebelumnya," kata seorang pejabat militer, mencatat bahwa serangan roket itu berpotensi terjadi dalam ratusan yard dari pasukan AS dan berada di dalam perimeter keamanan pangkalan militer.
Para pejabat AS mengatakan mereka menduga ISIS mungkin akan mencoba menggunakan senjata kimia kepada pasukan AS dan Irak yang tengah berupaya untuk merebut kota Mosul dari ISIS. Ratusan tentara AS menggunakan pangkalan Qayyara sebegai area untuk mendukung pasukan Irak.
Pasca serangan tersebut, pasukan AS menguji dan mendapatkan laporan awal bahwa roket tersebut berisi bahan kimia yang dipercayai sebagai zat mustard. Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan pasukan langsung mendatangi lokasi mendaratnya roket yang ditembakkan oleh ISIS. Berdasarkan apa yang mereka lihat, mereka menduga bahwa itu adalah zat kimia dan melakukan dua kali uji coba lapangan.
"Tes pertama adalah positif zat kimia dan yang kedua adalah negatif," kata pejabat itu. Substansi dari zat kimia itu sekarang sedang dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut seperti dikutip dari CNN, Kamis (22/9/2016).
Tentara AS yang terlibat dalam insiden itu kemudian menjalani dekontaminasi sebagai tindakan pencegahan. Tidak ada tentara yang menunjukkan gejala paparan, seperti kulit terbakar.
"Saya tidak tahu kapan kasus seperti ini terjadi kepada pasukan AS sebelumnya," kata seorang pejabat militer, mencatat bahwa serangan roket itu berpotensi terjadi dalam ratusan yard dari pasukan AS dan berada di dalam perimeter keamanan pangkalan militer.
Para pejabat AS mengatakan mereka menduga ISIS mungkin akan mencoba menggunakan senjata kimia kepada pasukan AS dan Irak yang tengah berupaya untuk merebut kota Mosul dari ISIS. Ratusan tentara AS menggunakan pangkalan Qayyara sebegai area untuk mendukung pasukan Irak.
(ian)