Perang Mulut soal Haji, Mufti Saudi: Pemimpin Iran Bukan Muslim

Rabu, 07 September 2016 - 04:31 WIB
Perang Mulut soal Haji,...
Perang Mulut soal Haji, Mufti Saudi: Pemimpin Iran Bukan Muslim
A A A
RIYADH - Tuduhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei bahwa Pemerintah Arab Saudi membunuh para jemaah haji dalam tragedi Mina pada musim haji tahun lalu memicu perang mulut antara Iran dan Saudi. Mufti Agung Arab Saudi, Abdulaziz Al Sheikh, membalas tuduhan Khamenei dengan menyebut para pemimpin Iran “bukan Muslim”.

Mufti Saudi itu tak terima dengan komentar Khamenei yang menyalahkan Riyadh atas tragedi Mina pada musim haji tahun lalu yang korban tewasnya diakui secara resmi oleh Saudi mencapai 769 jemaah. Namun, laporan media menyebut korbannya lebih dari 1.000 jemaah.

Menurut Al Sheikh, komentar Khemenei tidak mengherankan, karena Iran keturunan Majuws. Sebutan Majuws mengacu pada Zoroaster dan orang-orang yang menyembah api. Penganut Majuws diyakini sudah ada lebih dulu dari Kristen dan Islam.

”Kita harus memahami mereka bukan Muslim, karena mereka adalah keturunan Majuws, dan permusuhan mereka terhadap Muslim, terutama kaum Sunni, sudah sangat lama,” kata Al-Sheikh, seperti dilaporkan kantor berita AP, Rabu (7/9/2016).

Baca:
Khamenei Tuding Saudi Membunuh Jemaah Haji


Khamenei, dalam sambutannya yang dipublikasikan di website-nya pada hari Senin, meluncurkan hujatan pada Saudi yang dia anggap mengelak bertanggung jawab atas tragedi Mina yang dia sebut menewaskan 2.015 jemaah haji, termasuk ratusan jemaah asal Iran.

”Saudi kejam dan membunuh (jemaah) yang terkunci dengan jemaah luka dan jemaah meninggal dalam wadah. Bukannya memberikan perawatan medis dan membantu mereka atau setidaknya melepaskan dahaga jemaah, mereka (Saudi) justru membunuh mereka (jemaah),” tulis Khamenei.

Versi Saudi, Khamenei juga mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk kembali perwalian Arab Saudi dan pengelolaan situs suci Islam, termasuk di Mekah di mana ibadah haji dilakukan.

Pada tahun ini, Iran tidak mengirim satu pun jemaah haji ke Saudi sejak kedua negara berseteru. Kedua negara memutuskan hubungan diplomatik setelah kantor Kedutaan Besar Saudi di Teheren diserbu dan dibakar massa Iran. Amuk massa terjadi beberapa jam setelah Saudi mengeksekusi ulama Syiah Saudi, Nimr Baqir al-Nimr atas tuduhan terlibat aksi terorisme.
(mas)
Berita Terkait
Iran dan Arab Saudi...
Iran dan Arab Saudi Akan Bangun Kembali Hubungan Diplomatik
Arab Saudi-Iran Setuju...
Arab Saudi-Iran Setuju Lanjutkan Pembicaraan Normalisasi
Delegasi Iran Tiba di...
Delegasi Iran Tiba di Riyadh untuk Persiapkan Pembukaan Kembali Kedutaan
Pembicaraan Rekonsiliasi...
Pembicaraan Rekonsiliasi Iran-Saudi Siap ke Tingkat Lebih Tinggi
Panglima Militer Arab...
Panglima Militer Arab Saudi Berkunjung ke Iran, Ada Apa Gerangan?
Arab Saudi Resmi Akui...
Arab Saudi Resmi Akui Berunding dengan Iran, Hasil Masih Terlalu Dini
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
4 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
8 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
9 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
10 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
11 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
12 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved