Jelang Pemilu, Rusia Nyatakan Lembaga Polling sebagai 'Agen Asing'

Selasa, 06 September 2016 - 08:38 WIB
Jelang Pemilu, Rusia...
Jelang Pemilu, Rusia Nyatakan Lembaga Polling sebagai 'Agen Asing'
A A A
MOSKOW - Para pejabat Rusia menyatakan Levada Center, lembaga polling independen utama negara, sebagai "agen asing". Pengumuman ini dilakukan dua minggu sebelum pemilihan parlemen nasional atau beberapa hari setelah lembaga itu mengumumkan jajak pendapat yang menunjukkan pergeseran dukungan terhadap partai pemerintah, Rusia Bersatu.

Keputusan ini diumumkan langungsung oleh Departemen Kehakiman yang berarti Levada Center kemungkinan akan ditutup sebagal lembaga polling. Levada Center telah melakukan polling sejak akhir 1980-an. Pemerintah Rusia sendiri akan menggelar pemilu untuk parlemen atau Duma pada 18 September mendatang yang digambarkan lebih transparan ketimbang pada pemilu 2011 lalu.

"Ini memanifestasikan peningkatan represi internal yang dilakukan oleh pemimpin negara. Jika mereka tidak membatalkan putusan ini, itu berarti Levada Center akan berhenti bekerja karena Anda tidak dapat melakukan jajak pendapat dengan stigma yang ditempatkan kepada Anda," kata pemimpin lembaga itu, Lev D. Gudkov seperti dikutip dari New York Times, Selasa (6/9/2016).

Sebuah undang-undang yang ditandatangani oleh Presiden Vladimir Putin pada 2012 mengharuskan semua organisasi nirlaba yang menerima dana asing dan terlibat dalam kegiatan politik di definisikan sebagai agen asing, istilah yang berhubungan dengan mata-mata di Rusia. Aktivis HAM mengkritik undang-undang ini dan menilai hukum digunakan sebagai instrumen untuk meminggirkan kelompok masyarakat sipil yang independen.

Keputusan untuk menyematkan label agen asing kepada Levada Center dilihat sebagai kemunduran bagi upaya untuk mendorong transparansi yang lebih besar. "Ini dimulai setelah kami menunjukkan penurunan popularitas bagi Rusia Bersatu," terang Gudkov.

Sebelumnya, Levada Center menerbitkan hasil jajak pendapat yang menunjukkan penurunan yang signifikan dukungan terhadap partai Rusia Bersatu, dari 39% pada Juli ke 31% pada Agustus. Lembaga polling lain belum mengumumkan hal itu, namun Putin mengakui jika dukungan terhadap partai penguasa menurun dan lahirnya sejumlah kritik dari partai politik lain.
(ian)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
8 jam yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
9 jam yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
11 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
11 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
13 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
14 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved