Pembunuh Imam Masjid di New York seusai Salat Belum Ditangkap

Senin, 15 Agustus 2016 - 07:42 WIB
Pembunuh Imam Masjid...
Pembunuh Imam Masjid di New York seusai Salat Belum Ditangkap
A A A
NEW YORK - Pria bersenjata yang menembak mati imam masjid di Queens, New York, Amerika Serikat (AS), usai salat pada Sabtu, hingga kini belum ditangkap. Belum ditangkapnya pembunuh imam masjid itu memicu ketakutan dan kesedihan komunitas Muslim etnis Bangladesh di Queens.

Polisi New York City mengaku masih memburu pelaku dan belum menetapkan motif pembunuhan terhadap imam Masjid Jame Al-Furqan bernama Maulama Akonjee, 55. Selain Akonjee, rekannya Thara Uddin yang sebelumnya dilaporkan kritis karena ikut ditembak juga dinyatakan meninggal.

Menurut polisi, belum ada ada bahwa kedua korban jadi target pembunuhan karena iman mereka. Meski demikian, polisi tidak mengabaikan semua kemungkinan yang bisa menjadi motif pembunuhan.

Polisi telah membuat sketsa wajah pelaku dan sudah menyebarkannya. Kini, Warga Muslim di Queens menuntut pemerintah menetapkan penembakan pada siang hari itu sebagai kejahatan kebencian.

Baca:
Imam Masjid di New York Ditembak Mati usai Salat


Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria bersenjata mendekati Akonje dari belakang dan menembak di bagian kepala dari jarak dekat sekitar pukul 13.50 waktu setempat pada hari Sabtu. Akonje dan rekannya ditembak ketika meninggalkan masjid usai menjalankan ibadah salat.

Kedua korban sempat dibawa ke rumah sakit. Akonjee dinyatakan meninggal. Menyusul kemudian rekannya, Thara Uddin.

”Sementara kita belum tahu motivasi untuk pembunuhan (terhadap) Maulama Akonjee dan Thara Uddin, kita tahu bahwa komunitas Muslim kami di garis bidik kefanatikan,” kata Walikota New York Bill de Blasio dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Senin (15/8/2016).

”Yakinlah bahwa NYPD (Departemen Polisi New Yok) kami akan membawa pembunuh ini ke pengadilan,” katanya lagi.

Kawasan Ozone Park, Queens, lokasi berdirinya Masjid Jame Al-Furqan, didominasi kaum Muslim etnis Bangladesh. Millat Uddin, 57, seorang warga Ozone Park, yang tidak terkait dengan asosiasi imam, mengatakan bahwa kedua korban pembunuhan itu lahir di Bangladesh.

Dia mengaku dekat dengan Akonjee. Menurutnya, Akonjee sosok ayah tujuh anak yang tenang. ”Yang paling penting adalah orang tidak berbahaya telah ditembak mati, terlepas dari apakah ini adalah kejahatan kebencian,” katanya. ”Hati masyarakat kami telah hancur,” ujarnya.

Menurut New York Times, Akonjee membawa uang USD1.000 saat penembakan terjadi. Namun, pembunuhnya tidak mengambil uang tersebut.

”Saya tidak pernah merasa ada ketegangan seperti ini,” ujar Nizam Uddin, 57, sopir taksi yang mengaku kenal dengan kedua korban.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
29 menit yang lalu
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
2 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
2 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
3 jam yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
3 jam yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
4 jam yang lalu
Infografis
Wilayahnya Berdekatan,...
Wilayahnya Berdekatan, Negara-negara Ini Belum Serang Israel di 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved