Politisi Jerman: Migran Ilegal Harus Dideportasi ke Pulau
Minggu, 14 Agustus 2016 - 09:07 WIB
Politisi Jerman: Migran Ilegal Harus Dideportasi ke Pulau
A
A
A
BERLIN - Masalah gelombang migran yang datang ke Eropa terus mengundang tanggapan. Terbaru, pemimpin partai sayap kanan Jerman mengatakan imigran gelap dan pencari suaka yang gagal harus dikirim ke pulau-pulau di luar Eropa.
Frauke Petry, pemimpin Alternative for Germany party (AfD), mengatakan Kantor negara untuk Migrasi dan Pengungsi harus diubah menjadi Otoritas Remigrasi. "Badan ini akan membawa imigran gelap dan pencari suaka yang ditolak ke dua pulau yang dilindungi PBB di luar Eropa," katanya.
Otoritas Remigrasi, sambungnya, akan memastikan bahwa semua pendatang ilegal di Jerman meninggalkan negara itu secepat mungkin seperti dikutip dari Daily Express, Minggu (14/8/2016).
Wanita berusia 41 tahun itu menambahkan kebijakan itu akan memeriksa orang-orang yang datang sendiri terpisah dari istri dan keluarga. "Ini adalah nilai yang lebih baik dari pada uang dan, di atas itu semua, lebih aman bagi perempuan dibandingkan sistem yang sekarang," katanya lagi.
Ia pun mengecam catatan "konyol" deportasi di Jerman dengan mengatakan: "Sampai 2016 hanya ada 13.743 deportasi. Itu konyol mengingat ratusan ribu imigran ilegal di Jerman."
Sistem ini akan sama dengan model Australia, di mana migran dan pencari suaka yang tiba dengan perahu diadakan di pulau-pulau Pasifik dari Manus, Papua Nugini, dan Nauru.
Frauke Petry, pemimpin Alternative for Germany party (AfD), mengatakan Kantor negara untuk Migrasi dan Pengungsi harus diubah menjadi Otoritas Remigrasi. "Badan ini akan membawa imigran gelap dan pencari suaka yang ditolak ke dua pulau yang dilindungi PBB di luar Eropa," katanya.
Otoritas Remigrasi, sambungnya, akan memastikan bahwa semua pendatang ilegal di Jerman meninggalkan negara itu secepat mungkin seperti dikutip dari Daily Express, Minggu (14/8/2016).
Wanita berusia 41 tahun itu menambahkan kebijakan itu akan memeriksa orang-orang yang datang sendiri terpisah dari istri dan keluarga. "Ini adalah nilai yang lebih baik dari pada uang dan, di atas itu semua, lebih aman bagi perempuan dibandingkan sistem yang sekarang," katanya lagi.
Ia pun mengecam catatan "konyol" deportasi di Jerman dengan mengatakan: "Sampai 2016 hanya ada 13.743 deportasi. Itu konyol mengingat ratusan ribu imigran ilegal di Jerman."
Sistem ini akan sama dengan model Australia, di mana migran dan pencari suaka yang tiba dengan perahu diadakan di pulau-pulau Pasifik dari Manus, Papua Nugini, dan Nauru.
(ian)