Kemlu: Tidak Ada WNI Jadi Korban Kebakaran di Portugal
Kamis, 11 Agustus 2016 - 21:21 WIB
Kemlu: Tidak Ada WNI Jadi Korban Kebakaran di Portugal
A
A
A
JAKARTA - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanantha Nassir mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan adanya warga negara Indonesia yang menjadi korban kebakaran hebat di Portugal.
Berbicara saat melakukan pertemuan dengan awak media di salah satu cafe di bilangan Jakarta Pusat, Arrmanantha menuturkan, belum mendapatkan informasi rinci dari Kedutaan Besar Indonesia di Lisbon. Namun, berdasarkan informasi awal, tidak ada WNI yang menjadi korban.
"Saya harus cek lagi detailnya ke KBRI juga, hingga saat ini belum ada laporan mengenai WNI menjadi korban. KBRI sudah meminta bantuan untuk pencarian apakah ada korban," ucap Arrmanantha pada Kamis (11/8).
Sebelumnya diberitakan, lebih dari 400 orang telah dievakuasi dari pulau Madeira, Portugal, setelah kebakaran hutan menghancurkan sejumlah bangunan di dekat ibukota, Funchal. Setidaknya 27 rumah telah hancur di pulau yang menjadi destinasi wisata favorit itu.
Presiden Regional Miguel Albuquerque mengatakan, satu orang menderita luka bakar serius dan puluhan lainnya membutuhkan pengobatan setelah menghirup asap kebakaran. Asap kebakaran yang dihembuskan oleh angin juga telah mengganggu penerbangan di bandara.
Berbicara saat melakukan pertemuan dengan awak media di salah satu cafe di bilangan Jakarta Pusat, Arrmanantha menuturkan, belum mendapatkan informasi rinci dari Kedutaan Besar Indonesia di Lisbon. Namun, berdasarkan informasi awal, tidak ada WNI yang menjadi korban.
"Saya harus cek lagi detailnya ke KBRI juga, hingga saat ini belum ada laporan mengenai WNI menjadi korban. KBRI sudah meminta bantuan untuk pencarian apakah ada korban," ucap Arrmanantha pada Kamis (11/8).
Sebelumnya diberitakan, lebih dari 400 orang telah dievakuasi dari pulau Madeira, Portugal, setelah kebakaran hutan menghancurkan sejumlah bangunan di dekat ibukota, Funchal. Setidaknya 27 rumah telah hancur di pulau yang menjadi destinasi wisata favorit itu.
Presiden Regional Miguel Albuquerque mengatakan, satu orang menderita luka bakar serius dan puluhan lainnya membutuhkan pengobatan setelah menghirup asap kebakaran. Asap kebakaran yang dihembuskan oleh angin juga telah mengganggu penerbangan di bandara.
(esn)