Diincar Roket Terduga Teroris dari RI, Singapura Waspada Tinggi
Sabtu, 06 Agustus 2016 - 13:12 WIB
Diincar Roket Terduga Teroris dari RI, Singapura Waspada Tinggi
A
A
A
SINGAPURA - Menteri Hukum dan dan Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam, pada Sabtu (6/8/2016) menyerukan aparat keamanan waspada tinggi. Seruan muncul setelah polisi Indonesia menggagalkan rencana serangan roket enam terduga teroris dari arah Batam dengan target Teluk Marina, Singapura.
Shanmugam, mengatakan orang-orang memang memiliki rencana untuk menyerang Marina Bay (Teluk Marina), lokasi di mana ajang “Formula One Grand Prix”. Teluk Marina juga diincar karena merupakan resor kasino yang megah.
“Ini menunjukkan bagaimana musuh kami memikirkan cara-cara yang berbeda untuk menyerang kami,” tulis Shanmugam di halaman Facebook-nya.
”Teroris akan berusaha untuk masuk melalui pos pemeriksaan kami. Mereka juga akan mencoba untuk memulai serangan dari luar. Dan ini merupakan tambahan untuk serangan ‘serigala’ dari individu/kelompok radikal. Kami harus ekstra waspada,” lanjut Shanmugam.
Dalam seruannya, Menteri Singapura ini juga tidak mengabaikan serangan teroris seperti yang terjadi di Belgia beberapa waktu lalu bisa terjadi di negaranya.
Baca:
Hendak Diroket Terduga Teroris dari Indonesia, Ini Reaksi Singapura
Sebelumnya, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, pada pekan ini mengatakan Singapura adalah target kelompok Islamic State atau ISIS. Hal itu, menurutnya rasional karena Singara negara kosmopolitan meskipun Singapra tidak terlibat dalam koalisi anti-ISIS yang dipimpin Amerika Serikat.
Keenam terduga teroris di Batam yang merencanakan serangan roket terhadap Teluk Marina sudah ditangkap Detesemen Khusus 88 Anti-Teror Polri kemarin. Mereka adalah bagian dari kelompok Katibah Gonggong Rebus (KGR) yang dipimpin Gigih Rahmat Dewa, 31.
Lima anak buah Gigih antara lain; Trio Syafrido, 46 (seorang karyawan bank), Eka Saputra, 35 (pekerja pabrik), Tarmidzi, 21; Hadi Gusti Yanda, 20; dan M Tegar Sucianto, 19. Kelompok ini diduga menyembunyikan dua pria Uighur.
Shanmugam, mengatakan orang-orang memang memiliki rencana untuk menyerang Marina Bay (Teluk Marina), lokasi di mana ajang “Formula One Grand Prix”. Teluk Marina juga diincar karena merupakan resor kasino yang megah.
“Ini menunjukkan bagaimana musuh kami memikirkan cara-cara yang berbeda untuk menyerang kami,” tulis Shanmugam di halaman Facebook-nya.
”Teroris akan berusaha untuk masuk melalui pos pemeriksaan kami. Mereka juga akan mencoba untuk memulai serangan dari luar. Dan ini merupakan tambahan untuk serangan ‘serigala’ dari individu/kelompok radikal. Kami harus ekstra waspada,” lanjut Shanmugam.
Dalam seruannya, Menteri Singapura ini juga tidak mengabaikan serangan teroris seperti yang terjadi di Belgia beberapa waktu lalu bisa terjadi di negaranya.
Baca:
Hendak Diroket Terduga Teroris dari Indonesia, Ini Reaksi Singapura
Sebelumnya, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, pada pekan ini mengatakan Singapura adalah target kelompok Islamic State atau ISIS. Hal itu, menurutnya rasional karena Singara negara kosmopolitan meskipun Singapra tidak terlibat dalam koalisi anti-ISIS yang dipimpin Amerika Serikat.
Keenam terduga teroris di Batam yang merencanakan serangan roket terhadap Teluk Marina sudah ditangkap Detesemen Khusus 88 Anti-Teror Polri kemarin. Mereka adalah bagian dari kelompok Katibah Gonggong Rebus (KGR) yang dipimpin Gigih Rahmat Dewa, 31.
Lima anak buah Gigih antara lain; Trio Syafrido, 46 (seorang karyawan bank), Eka Saputra, 35 (pekerja pabrik), Tarmidzi, 21; Hadi Gusti Yanda, 20; dan M Tegar Sucianto, 19. Kelompok ini diduga menyembunyikan dua pria Uighur.
(mas)