Bayar Rp5,2 T ke Iran, Obama Sebut Bukan Kesepakatan Jahat

Jum'at, 05 Agustus 2016 - 09:38 WIB
Bayar Rp5,2 T ke Iran,...
Bayar Rp5,2 T ke Iran, Obama Sebut Bukan Kesepakatan Jahat
A A A
WASHINGTON - Presiden Barack Obama mengklarifikasi soal pembayaran uang USD400 juta atau sekitar Rp5,2 triliun kepada Iran yang disebut-sebut sebagai uang tebusan untuk pembebasan lima tahanan Amerika Serikat (AS). Obama mengatakan pembayaran memang terjadi, tapi bukan untuk kesepakatan jahat.

Iran telah membebaskan lima tahanan AS pada 16 Januari 2016 setelah AS setuju untuk memberikan grasi kepada tujuh warga Iran yang dan mencabut tuduhan terhadap 14 warga Iran di luar negeri.

Pembayaran uang sebesar itu bertepatan dengan pencabutan sanksi internasional terhadap Teheran sebagai bagian dari kesepakatan nuklir yang dicapai tahun lalu.

”Kami mengumumkan pembayaran ini pada bulan Januari, beberapa bulan yang lalu. Itu bukan rahasia. Ini bukan kesepakatan jahat,” kata Obama pada konferensi pers di Pentagon, seperti dikutip Reuters, Jumat (5/8/2016).

Uang USD400 juta itu sebenarnya dana Iran yang dibekukan AS sejak 1981. Dana itu dicairkan sesuai putusan pengadilan di Den Haag. Dana itu merupakan bagian dari dana Iran yang semestinya digunakan untuk membeli peralatan militer AS sebelum Revolusi Islam pecah tahun 1979.

”Masalah ini tidak begitu banyak bahwa itu adalah suatu kebetulan, karena itu kita mampu untuk melakukan diskusi langsung,” katanya. “(Menteri Luar Negeri) John Kerry bisa bertemu dengan Menteri Luar Negeri (Iran), yang berarti bahwa kemampuan kita untuk membersihkan laporan pada sejumlah isu yang berbeda pada saat berkumpul.”

Obama menegaskan AS tidak membayar uang tebusan sandera dan uang yang dibayarkan kepada Iran tidak terkait dengan pembebasan lima tahanan AS.

”Alasan bahwa kita harus memberikan uang tunai justru karena kita begitu ketat dalam menjaga sanksi dan kita tidak memiliki hubungan perbankan dengan Iran,” ucap Obama.

Obama juga memuji kesepakatan nuklir, yang dia sebut sudah bekerja tepat seperti yang dimaksudkan. Meski demikian, beberapa anggota Kongres AS telah mengecam keras kesepakatan nuklir dengan Iran itu.

Dalam kesepakatan tersebut, Iran bersedia mengekang program nuklirnya dengan kompensasi sanksi atau embargo internasional terhadap Iran dicabut.
(mas)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
2 jam yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
3 jam yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
4 jam yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
5 jam yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
6 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
7 jam yang lalu
Infografis
Bukan Indonesia, Trump...
Bukan Indonesia, Trump Minta Pindahkan Warga Gaza ke Negara ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved