Pesawat Mata-mata AS Mendarat Darurat di Rusia

Sabtu, 30 Juli 2016 - 00:03 WIB
Pesawat Mata-mata AS...
Pesawat Mata-mata AS Mendarat Darurat di Rusia
A A A
WASHINGTON - Sebuah pesawat mata-mata atau pengintai Amerika Serikat (AS) terpaksa melakukan pendaratan darurat di Rusia pada hari Rabu. Musbabnya, pesawat mengalami masalah pada “gigi pendaratan” atau landing gear.

Juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Michele Baldanza, mengatakan kepada Defense News bahwa pesawat awalnya lepas landas dari lapangan terbang Rusia di Ulan Ude untuk memulai penerbangan observasi. Tapi, kru menemukan landing gear tidak sepenuhnya bekerja normal.

”Para kru bekerjasama dengan kru pendamping Rusia mengakhiri misi pemantauan sesuai perjanjian dan (pesawat) dialihkan ke Khabarovsk untuk menurunkan kru pendamping, dan untuk keluar dari Rusia menggunakan rute yang memungkinkan untuk memfasilitasi pemeriksaan dan perbaikan di sebuah pangkalan AS di Jepang,” kata Baldanza, kemarin.

”Khabarovsk sering digunakan untuk Open Skies Airfield (Lapangan Terbang sesuai Perjanjian Open Skies) yang ditunjuk oleh Rusia untuk tujuan perjanjian, tetapi tidak biasa menjadi 'titik keluar' untuk misi perjanjian,” lanjut Baldanza.

Menurutnya, karena misi pengintaian dihentikan akibat pesawat bermasalah, tidak ada citra yang dikumpulkan selama penerbangan.

Pesawat ini meninggalkan Khabarovsk—terletak di tenggara Rusia, sekitar 77 km dari perbatasan China—dan transit ke Pangkalan Udara Kadena di Jepang untuk menjalani perawatan, dan diharapkan untuk kembali ke Pangkalan Angkatan Udara Offutt di Nebraska setelah masalah diatasi.

Menurut laporan media Inggris, Express, pesawat mata-mata AS yang bermasalah itu diidentifikasi sebagai pesawat OC-135B buatan Boeing.

Di bawah Perjanjian Open Skies 2002, 34 negara, termasuk AS dan Rusia, setuju untuk mengizinkan penerbangan pengintaian tak bersenjata di atas wilayah mereka untuk memberikan informasi pengumpulan tentang kekuatan militer.

Tujuan dari perjanjian itu adalah untuk memberikan informasi terbuka yang dapat digunakan untuk mengkonfirmasi kepatuhan terhadap perjanjian pengontrolan senjata.
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
14 menit yang lalu
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
1 jam yang lalu
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
2 jam yang lalu
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
3 jam yang lalu
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
4 jam yang lalu
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved