Bashar Assad Tawarkan Amnesti Kepada Pemberontak Suriah
Kamis, 28 Juli 2016 - 17:47 WIB
Bashar Assad Tawarkan Amnesti Kepada Pemberontak Suriah
A
A
A
DAMASKUS - Presiden Suriah Bashar al-Assad telah menawarkan amnesti atau pengampunan kepada pemberontak yang meletakkan senjata dan menyerah kepada pihak berwenang. Assad menawarkan batas waktu hingga tiga bulan ke depan bagi kelompok pemberontak untuk menyerah.
Tawaran itu diterbitkan melalui SK dan mendesak agar semua tahanan di bebaskan. "Dikatakan mereka yang membebaskan tawanan mereka akan dibebaskan dari hukuman jika mereka menyerahkan diri dalam waktu satu bulan," menurut kantor berita negara SANA.
Penawaran ini bertepatan dengan serangan pemerintah yang telah mengepung pemberontak di bagian timur dari kota Aleppo seperti dikutip dari laman Belfast Telegraph, Kamis (28/7/2016).
Sementara itu, Menteri Pertahan Rusia Sergei Shoigu mengatakan Moskow dan pemerintah Suriah akan membuka membuka koridor kemanusiaan. Mereka juga menawarkan jalan keluar bagi anggota ISIS yang ingin meletakkan senjata mereka.
"Operasi kemanusiaan skala besar akan diluncurkan di luar Aleppo untuk membantu warga sipil yang disandera oleh teroris serta pejuang yang ingin meletakkan senjata," kata Shoigu mengutip pernyataan Presiden Valdimir Putin. Ia menambahkan bahwa tiga koridor bantuan kemanusiaan serta makanan dan pertolongan di luar kota menjadi poin pertama.
Sebelumnya, kelompok kemanusiaan telah memperingatkan bencana besar jika pengepungan terus terjadi pada bagian-bagian yang dikuasai pemberontak di Aleppo.
Tawaran itu diterbitkan melalui SK dan mendesak agar semua tahanan di bebaskan. "Dikatakan mereka yang membebaskan tawanan mereka akan dibebaskan dari hukuman jika mereka menyerahkan diri dalam waktu satu bulan," menurut kantor berita negara SANA.
Penawaran ini bertepatan dengan serangan pemerintah yang telah mengepung pemberontak di bagian timur dari kota Aleppo seperti dikutip dari laman Belfast Telegraph, Kamis (28/7/2016).
Sementara itu, Menteri Pertahan Rusia Sergei Shoigu mengatakan Moskow dan pemerintah Suriah akan membuka membuka koridor kemanusiaan. Mereka juga menawarkan jalan keluar bagi anggota ISIS yang ingin meletakkan senjata mereka.
"Operasi kemanusiaan skala besar akan diluncurkan di luar Aleppo untuk membantu warga sipil yang disandera oleh teroris serta pejuang yang ingin meletakkan senjata," kata Shoigu mengutip pernyataan Presiden Valdimir Putin. Ia menambahkan bahwa tiga koridor bantuan kemanusiaan serta makanan dan pertolongan di luar kota menjadi poin pertama.
Sebelumnya, kelompok kemanusiaan telah memperingatkan bencana besar jika pengepungan terus terjadi pada bagian-bagian yang dikuasai pemberontak di Aleppo.
(ian)