Houthi Serang Markas Penjaga Perbatasan Saudi dengan Rudal Balistik
Kamis, 21 Juli 2016 - 06:00 WIB
Houthi Serang Markas Penjaga Perbatasan Saudi dengan Rudal Balistik
A
A
A
SANAA - Pasukan kelompok Houthi mengatakan mereka menembakkan rudal balistik ke pangkalan penjaga perbatasan Arab Saudi. Aksi sebagai tindakan pembalasan atas serangan udara koalisi Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi.
Seperti diberitakan kantor berita milik kelompok Houthi, Saba, serangan rudal balistik menghantam pangkalan penjaga perbatasan di Najran. Kota tersebut berada di barat daya Arab Saudi dekat perbatasan Yaman.
"Serangan rudal itu dalam rangka menanggapi pelanggaran terhadap gencatan senjata dan serangan udara terus menerus oleh agresor Saudi," bunyi laporan Saba mengutip pernyataan sumber militer kelompok Houthi seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (21/7/2016).
Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman, telah berulang kali meluncurkan rudal balistik ke Arab Saudi sejak pasukan koalisi Arab terlibat dalam perang sipil di Yaman. Meski begitu, sejumlah rudal balistik itu berhasil ditembak jatuh oleh tentara Saudi dengan menggunakan rudal Patriot yang disuplai oleh Amerika Serikat (AS).
Arab Saudi memimpin koalisi negara-negara Arab untuk campur tangan dalam konflik Yaman pada tahun 2015 untuk mengembalikan kekuasaan Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansour Hadi. Mansour Hadi terpaksa mengasingkan diri ke luar negeri setelah pasukan Houthi yang di dukung oleh sekutunya menyerbu ibukota Sanaa pada tahun 2014.
Seperti diberitakan kantor berita milik kelompok Houthi, Saba, serangan rudal balistik menghantam pangkalan penjaga perbatasan di Najran. Kota tersebut berada di barat daya Arab Saudi dekat perbatasan Yaman.
"Serangan rudal itu dalam rangka menanggapi pelanggaran terhadap gencatan senjata dan serangan udara terus menerus oleh agresor Saudi," bunyi laporan Saba mengutip pernyataan sumber militer kelompok Houthi seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (21/7/2016).
Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman, telah berulang kali meluncurkan rudal balistik ke Arab Saudi sejak pasukan koalisi Arab terlibat dalam perang sipil di Yaman. Meski begitu, sejumlah rudal balistik itu berhasil ditembak jatuh oleh tentara Saudi dengan menggunakan rudal Patriot yang disuplai oleh Amerika Serikat (AS).
Arab Saudi memimpin koalisi negara-negara Arab untuk campur tangan dalam konflik Yaman pada tahun 2015 untuk mengembalikan kekuasaan Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansour Hadi. Mansour Hadi terpaksa mengasingkan diri ke luar negeri setelah pasukan Houthi yang di dukung oleh sekutunya menyerbu ibukota Sanaa pada tahun 2014.
(ian)