Sebanyak 14 Kapal Militer Turki dan Komandannya Hilang sejak Kudeta

Selasa, 19 Juli 2016 - 14:52 WIB
Sebanyak 14 Kapal Militer...
Sebanyak 14 Kapal Militer Turki dan Komandannya Hilang sejak Kudeta
A A A
ANKARA - Sebanyak 14 kapal militer Angkatan Laut Turki dan komandannya yang aktif bertugas di Laut Aegea atau Laut Hitam hilang sejak kudeta yang berakhir dengan kegagalan pada Jumat malam lalu.

Komandan Angkatan Laut Turki, Laksamana Veysel Kosele, tidak bisa dilacak sejak upaya kudeta berlangsung sekelompok pasukan pertahanan Turki.

Belum jelas apakah Laksamana Kosele merupakan kaki tangan dari para konspirator yang memimpin upaya kudeta atau tidak.

Namun, laporan media lokal menduga bahwa komandan Angkatan Laut itu telah ditipu oleh komplotan kudeta yang memberi informasi agar membawa kapal karena aka nada serangan teroris di negara itu.

Belasan 14 kapal militer itu belum kembali ke pelabuhan sejak upaya kudeta militer Jumat malam lalu. Kapal-kapal yang sejatinya bisa dilacak oleh radar atau satelit itu diduga telah menuju ke pelabuhan Yunani.

Sebelumnya, sekitar delapan perwira militer Turki dilaporkan telah mencari suaka di Yunani setelah melarikan diri ke negara mereka. Aksi melarikan diri menyusul langkah pasukan pro-Pemerintah Erdogan yang menangkap komplotan kudeta.

Ribuan personel militer, termasuk para jenderal telah ditahan dan terancam hukuman mati jika Turki benar-benar menghidupkan kembali hukuman mati.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa komplotan kudeta telah mencoba membunuhnya di sebuah resor di sebelah barat daya Turki, di mana dia tinggal. Dua pengawalnya tewas dalam serangan itu.

Seorang juru bicara Pemerintah Turki dikutip oleh The Times, Selasa (19/7/2016)mengatakan bahwa pemerintah percaya ada sel-sel tidur ”yang mungkin mencoba untuk membajak helikopter atau terlibat dalam tindakan kekerasan lainnya terhadap demonstran damai dan (menduduki) gedung-gedung pemerintah".

Presiden telah mendukung penghidupan kembali hukuman mati jika parlemen mengambil keputusan serupa. ”Masalah ini sekarang dapat diambil untuk agenda parlemen dan dapat dibahas di sana. Kami sebelumnya menghapuskan, tapi kami selalu bisa kembali dan kembali memperkenalkan itu,” kata Erdogan.

”Ada kejahatan yang jelas pengkhianatan. Permintaan Anda (orang-orang Turki) tidak pernah diabaikan oleh pemerintah. Tetapi para pemimpin harus datang bersama-sama dan mendiskusikan itu. Jika mereka menerima untuk mendiskusikannya, kemudian sebagai presiden saya akan menyetujui keputusan apapun yang keluar dari parlemen,” imbuh Erdogan.
(mas)
Berita Terkait
Timnas Indonesia Dibungkam...
Timnas Indonesia Dibungkam Inggris 0-3 di Piala Dunia Amputasi
Banyak Bangunan Ambruk...
Banyak Bangunan Ambruk Saat Gempa, Turki Tahan 180 Orang
Hikmah di Balik Bencana,...
Hikmah di Balik Bencana, Perbatasan Armenia-Turki Dibuka untuk Pertama Kalinya
Jaga Amanah 106 Tahun,...
Jaga Amanah 106 Tahun, Keluarga Palestina Serahkan Uang Tentara Turki Utsmani
Harapan di Tengah Reruntuhan...
Harapan di Tengah Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki-Suriah
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan...
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan ke Turki
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
48 menit yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
1 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
2 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
3 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
4 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved