Dituduh Merekayasa Kudeta, Ini Jawaban Erdogan

Selasa, 19 Juli 2016 - 13:42 WIB
Dituduh Merekayasa Kudeta,...
Dituduh Merekayasa Kudeta, Ini Jawaban Erdogan
A A A
ANKARA - Presiden Recep Tayyip Erdogan, angkat bicara perihal tuduhan bahwa dia merekayasa kudeta militer Turki yang gagal. Erdogan dengan tegas membantah tuduhan yang salah satunya berasal dari musuh politiknya, Fethullah Gulen.

”Sayangnya, itu hanya informasi yang salah. Bagaimana Anda dapat merencanakan hal seperti itu? Bagaimana Anda bisa membiarkan begitu banyak warga sipil kehilangan nyawa mereka? Bagaimana bisa nurani manusia memungkinkan itu? Itu adalah di luar hal yang mungkin,” kata Erdogan dalam wawancara dengan CNN, yang dilansir Selasa (19/7/2016).


”Tayyip Erdogan, para sekutu dan rekan-rekannya akan menjadi yang pertama untuk menolak jenis ide itu. Kami mempertaruhkan hidup kami untuk rakyat,” katanya lagi.

Baca:
Erdogan Dituduh Balik Merekayasa Kudeta Gagal di Turki

Erdogan mengatakan bahwa mereka yang berusaha menggulingkan pemerintah yang memicu ide seperti itu. "Organisasi teroris (pimpinan) Fetullah ini kini telah menerima perhatian terbesar,” lanjut Erdogan.

Rezim Erdogan semula menuduh Fethullah Gulen—ulama oposisi yang tinggal di pengasingan di Pennsylvania, Amerika Serikat—sebagai dalang upaya kudeta militer Turki. Namun, Gulen membantah dan menuduh balik Erdogan dan partai AKP sebagai perekayasa kudeta.

Fethullah Gulen dulunya adalah teman atau sekutu politik Erdogan. Namun belasan tahun lalu, berubah menjadi musuh dan akhirnya meninggalkan Turki dan tinggal di AS.

Erdogan sudah meminta Presiden AS Barack Obama untuk menangkap Gulen dan memulangkannya ke Turki.

”Saya sebelumnya telah membuat permintaan ini ke (Barack) Obama, hanya secara lisan," kata Erdogan.

”Tapi, minggu ini permintaan resmi tertulis dari kami juga akan disampaikan ke AS dan juga ke sejumlah negara-negara Barat dan negara-negara Afrika. Kami akan mengirimkan permintaan tersebut secara resmi.”

Presiden Erdogan terang-terangan menyebut Gulen sebagai teroris. ”Bahkan jika dia (Gulen) adalah warga AS, AS tidak harus menjaga teroris seperti itu,” ucap Presiden Turki ini.
(mas)
Berita Terkait
Timnas Indonesia Dibungkam...
Timnas Indonesia Dibungkam Inggris 0-3 di Piala Dunia Amputasi
Banyak Bangunan Ambruk...
Banyak Bangunan Ambruk Saat Gempa, Turki Tahan 180 Orang
Hikmah di Balik Bencana,...
Hikmah di Balik Bencana, Perbatasan Armenia-Turki Dibuka untuk Pertama Kalinya
Jaga Amanah 106 Tahun,...
Jaga Amanah 106 Tahun, Keluarga Palestina Serahkan Uang Tentara Turki Utsmani
Harapan di Tengah Reruntuhan...
Harapan di Tengah Reruntuhan Gempa Dahsyat Turki-Suriah
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan...
Pelepasan Bantuan Kemanusiaan ke Turki
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
4 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
5 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
6 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
7 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
8 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
9 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved