Dilantik, Presiden Filipina Kobarkan Perang Kejam pada Penjahat
Kamis, 30 Juni 2016 - 13:57 WIB
Dilantik, Presiden Filipina Kobarkan Perang Kejam pada Penjahat
A
A
A
MANILA - Rodrigo Duterte yang dijuluki “Donald Trump-nya Filipina telah resmi dilantik sebagai presiden ke-16 Filipina, pada Kamis (30/6/2016). Usai dilantik, Duterte mengobarkan perang kejam terhadap para penjahat di negaranya.
Perang terhadap pelaku kejahatan itu bahkan menjadi fokus utama kerja untuk enam tahun ke depan.
Duterte dilantik di Istana Kepresidenan Malacanang. Para tamu yang hadir jauh lebih sedikit dibanding saat pelantikan presiden sebelumnya, Benigno Aquino III.
Rodrigo Duterte, 71, seperti dikutip Reuters, memperingatkan semua pejabat Filipina bahwa dia tidak akan mentoleransi siapa pun yang korupsi. Menurutnya, apa yang telah terjadi di Filipina adalah erosi kepercayaan terhadap pemimpin negara.
”Tidak ada pemimpin kuat yang dapat berhasil dalam hal apa pun dalam kepentingan nasional kecuali dia memiliki dukungan dan kerjasama dari orang-orang yang bertugas untuk memimpin,” katanya.
Program perang kejamnya pada penjahat itu, termasuk rencana untuk memperkenalkan kembali hukuman mati dan mengeluarkan perintah tembak untuk membunuh pengedar narkoba.
Dia juga mengatakan kepada warga Filipina agar biasa untuk membunuh tersangka kriminal. Duterte yang sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Davao juga mengekang kebebasan sosial dengan menerapkan jam malam untuk anak-anak dan larangan penjualan alkohol setelah tengah malam.
Presiden baru Filipina ini dikenal sebagai sosok kontroversial. Saat kampanye Pemilu Presiden beberapa waktu lalu, Duterte kerap mengumbar kata-kata “kotor”. Dia pernah bersumpah untuk menjadikan tubuh para penjahat sebagai makanan ikan di Teluk Manila.
Perang terhadap pelaku kejahatan itu bahkan menjadi fokus utama kerja untuk enam tahun ke depan.
Duterte dilantik di Istana Kepresidenan Malacanang. Para tamu yang hadir jauh lebih sedikit dibanding saat pelantikan presiden sebelumnya, Benigno Aquino III.
Rodrigo Duterte, 71, seperti dikutip Reuters, memperingatkan semua pejabat Filipina bahwa dia tidak akan mentoleransi siapa pun yang korupsi. Menurutnya, apa yang telah terjadi di Filipina adalah erosi kepercayaan terhadap pemimpin negara.
”Tidak ada pemimpin kuat yang dapat berhasil dalam hal apa pun dalam kepentingan nasional kecuali dia memiliki dukungan dan kerjasama dari orang-orang yang bertugas untuk memimpin,” katanya.
Program perang kejamnya pada penjahat itu, termasuk rencana untuk memperkenalkan kembali hukuman mati dan mengeluarkan perintah tembak untuk membunuh pengedar narkoba.
Dia juga mengatakan kepada warga Filipina agar biasa untuk membunuh tersangka kriminal. Duterte yang sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota Davao juga mengekang kebebasan sosial dengan menerapkan jam malam untuk anak-anak dan larangan penjualan alkohol setelah tengah malam.
Presiden baru Filipina ini dikenal sebagai sosok kontroversial. Saat kampanye Pemilu Presiden beberapa waktu lalu, Duterte kerap mengumbar kata-kata “kotor”. Dia pernah bersumpah untuk menjadikan tubuh para penjahat sebagai makanan ikan di Teluk Manila.
(mas)