Adili Penyerang Kedubes, Iran Berharap Bisa Berdamai dengan Saudi
Selasa, 28 Juni 2016 - 21:44 WIB
Adili Penyerang Kedubes, Iran Berharap Bisa Berdamai dengan Saudi
A
A
A
TEHERAN - Presiden Iran, Hasan Rouhanni mengatakan, ia berharap persidangan para pengunjuk rasa yang berujung pada penyerangan kedutaan Arab Sudai di Teheran pada awal ini akan memulihkan kepercayaan internasional.
"Setiap negara bertanggung jawab atas keamanan kedutaan asing. Orang-orang ingin tahu bagaimana sekelompok individu nakal yang menyerang kedutaan asing melanggar hukum dan melawan keamanan publik negara itu akan ditangani oleh pengadilan," kata Rouhani, seperti diktutip dari laman Middle East Online, Selasa (28/6/2016).
Rouhani mengatakan, transparansi peradilan diperlukan untuk memastikan kepecayaan rakyat serta kepercayaan dunia terhadap Iran.
"Hari ini kita membutuhkan pertumbuhan investasi untuk kemakmuran ekonomi dan lapangan kerja kaum muda kita. Kita harus memberikan jaminan kepada semua pengusaha dan investor, bahwa modal mereka aman dan mendorong mereka agar berinvestasi," katanya.
Kedutaan Saudi dan konsulat di kota kedua Iran Mashhad diserbu dan dibakar oleh demonstran pada tanggal 2 Januari silam. Hal itu terjadi saat berlangsungnya protes terhadap pelaksanaan eksekusi terhadap seorang ulama terkemuka dari minoritas Syiah Arab Saudi. Otoritas keamanan Iran menangkap 48 orang atas kejadian tersebut.
"Setiap negara bertanggung jawab atas keamanan kedutaan asing. Orang-orang ingin tahu bagaimana sekelompok individu nakal yang menyerang kedutaan asing melanggar hukum dan melawan keamanan publik negara itu akan ditangani oleh pengadilan," kata Rouhani, seperti diktutip dari laman Middle East Online, Selasa (28/6/2016).
Rouhani mengatakan, transparansi peradilan diperlukan untuk memastikan kepecayaan rakyat serta kepercayaan dunia terhadap Iran.
"Hari ini kita membutuhkan pertumbuhan investasi untuk kemakmuran ekonomi dan lapangan kerja kaum muda kita. Kita harus memberikan jaminan kepada semua pengusaha dan investor, bahwa modal mereka aman dan mendorong mereka agar berinvestasi," katanya.
Kedutaan Saudi dan konsulat di kota kedua Iran Mashhad diserbu dan dibakar oleh demonstran pada tanggal 2 Januari silam. Hal itu terjadi saat berlangsungnya protes terhadap pelaksanaan eksekusi terhadap seorang ulama terkemuka dari minoritas Syiah Arab Saudi. Otoritas keamanan Iran menangkap 48 orang atas kejadian tersebut.
(ian)