AS Turut Kecam Pelucutan Kewarganegaraan Ulama Top Syiah

Selasa, 21 Juni 2016 - 15:18 WIB
AS Turut Kecam Pelucutan...
AS Turut Kecam Pelucutan Kewarganegaraan Ulama Top Syiah
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) turut mengecam keputusan Bahrain mencabut kewarganegaraan ulama top Syiah, Sheikh Isa Qassim. AS menyebut kebijakan Bahrain ini sebagai tindakan sewenang-wenang.

"Kami tetap sangat terganggu kebijakan pemerintah Bahrain yang memcabut kewarganegaraan warganya secara sewenang-wenang. Ini adalah preseden dari keseluruh proses yang bisa dibangun, dan risiko bahwa individu dapat diberikan kewarganegaraan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, John Kirby, seperti dilansir ABNA pada Selasa (21/6).

"Perhatian kami selanjutnya diperbesar oleh laporan bahwa Sheikh Qassim tidak dapat menanggapi tuduhan terhadap dirinya sebelum keputusan ini diambil, atau menantang keputusan melalui proses hukum yang transparan. Kami akan terus mengikuti kasus ini dengan erat dan kami mendesak semua pihak untuk bisa menahan diri," sambungnya.

Kirby menambahkan, keputusan Bahrain ini bisa membuat upaya reformasi dan rekonsiliasi di negara itu berujung pada kegagalan. AS, lanjut Kirby, terus mendesak Bahrain untuk mengikuti proses reformasi dan rekonsiliasi demi terciptanya stabilitas di negara itu.

"Di atas semua itu, kami khawatir bahwa kasus ini, serta tindakan baru lainnya oleh pemerintah, akan mengalihkan Bahrain dari jalan reformasi dan rekonsiliasi. Itu merupakan jalan terbaik yang terus kami sampaikan kepada pemimpin Bahrain, demi meningkatkan keamanan Bahrain dan memenuhi aspirasi semua warga Bahrain," pungkasnya.

Bahrain memutuskan untuk melucuti kewarganegaraan Qassim karena ulama terkemuka Syiah itu dinilai elah memainkan peran kunci dalam menciptakan suasana sektarian dan bekerja untuk membagi masyarakat Bahrain.

Keputusan ini terjadi kurang dari seminggu setelah pengadilan menangguhkan kegiatan kelompok oposisi Syiah yang dimpimpin Qassim, Al-Wefaq, atas tuduhan terorisme, ekstremisme dan kekerasan di kerajaan, dan memiliki hubungan dengan kekuatan asing, salah satunya adalah Iran.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
4 menit yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
28 menit yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
53 menit yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
1 jam yang lalu
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
1 jam yang lalu
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
2 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved