Netanyahu Tegaskan Tak Akan Pernah Akui Kedaulatan Palestina

Rabu, 15 Juni 2016 - 15:03 WIB
Netanyahu Tegaskan Tak...
Netanyahu Tegaskan Tak Akan Pernah Akui Kedaulatan Palestina
A A A
YERUSALEM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dilaporkan mendapatkan tekanan keras dari sejumlah Menteri utama dalam kabinet barunya untuk tidak melanjutkan upaya damai dengan Palestina. Tekanan ini membuat Netanyahu akhirnya memutuskan untuk tidak lagi memikirkan proses perdamaian dengan Palestina, dan juga menegaskan tidak akan pernah mengakui kedaulatan Palestina.

Sejumlah Menteri, khususnya Menteri baru yang ditunjuk Netanyahu di kabinet barunya memang dikenal sangat anti dengan proses perdamaian dengan Palestina. Salah satu Menteri yang sangat menentang upaya damai adalah Menteri Pertahanan Israel, Avigador Lieberman.

Menteri Kehakiman Israel, Ayelet Shaked menuturkan, dalam pertemuan yang berlangsung kemarin tersebut, Netanyahu dan seluruh jajaran kabinetnya sepakat bahwa mereka tidak akan pernah mengakui negara Palestina, dan tidak akan melanjutkan upaya damai dengan Palestina.

"Selama kita berada di pemerintah, tidak akan ada negara Palestina, tidak akan ada evakuasi pemukiman dan kami tidak akan memberikan tanah apapun untuk lawan kami," kata Shaked, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (15/6).

Tanda-tanda bahwa Neytanyahu tidak akan melanjutkan upaya damai memang sudah terlihat kala dirinya menyampaikan sambutan dalam pertemuan kabinet itu. Pemimpon Israel itu dalam sambutannya menyatakan, ia tidak akan pernah menerima inisiatif Arab yang asli soal perdamaian dengan Palestina.

"Jika negara-negara Arab memahami fakta bahwa mereka perlu merevisi proposal Liga Arab sesuai dengan perubahan yang diajukan oleh Israel, maka kita bisa memulai pembicaraan. Tapi, kalau mereka membawa proposal dari tahun 2002 dan mendefinisikannya sebagai 'ambil atau tinggalkan', kita akan memilih untuk meninggalkannya," kata Netanyahu kemarin.

Inisiatif Arab asli menyatakan, jika Israel mencapai kesepakatan dengan Palestina tentang pembentukan negara Palestina berdasarkan garis batas 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya dan dengan pertukaran wilayah, dan menyetujui solusi bagi para pengungsi Palestina, maka semua negara Arab akan menandatangani perjanjian perdamaian dan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.
(esn)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
Tak Bermoral !! Tentara...
Tak Bermoral !! Tentara Israel Menari dan Menyanyi setelah Menyerang Warga Sipil Gaza
Krisis Politik Internal...
Krisis Politik Internal Ancam Eksistensi Israel, Bukan Musuh Luar
Menteri Israel Ben-Gvir...
Menteri Israel Ben-Gvir Bikin Kisruh, Perintahkan Penghancuran Rumah Warga Palestina saat Ramadan
Bagaimana Awal Mula...
Bagaimana Awal Mula Konflik Israel-Palestina?
Berita Terkini
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
14 menit yang lalu
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
1 jam yang lalu
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
2 jam yang lalu
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
3 jam yang lalu
Iran Ungkap Rudalnya...
Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
3 jam yang lalu
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
5 jam yang lalu
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved