ISIS Klaim Aksi Penusukan Polisi di Prancis
Selasa, 14 Juni 2016 - 18:44 WIB
ISIS Klaim Aksi Penusukan Polisi di Prancis
A
A
A
LONDON - Kelompok Negara Islam Irak Suriah (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas penusukan terhadap seorang anggota polisi Prancis dan istrinya. Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah serangan itu terjadi.
Pernyataan tersebut dilaporkan oleh situs berita yang berafiliasi dengan kelompok tersebut, Amaq News Agency, seperti dilaporkan oleh situs pemantau kelompok radikal, SITE Intelligence Grup.
"Anggota ISIS membunuh Wakil Kepala kantor polisi di kota Les Mureaux dan istrinya dengan senjata pisau," begitu bunyi laporan Amaq News Agency seperti dikutip dari laman Inquisitr, Selasa (14/6/2016).
Diberitakan sebelumnya, aksi penyerangan dan penyanderaan terjadi di pinggiran Kota Paris pada Senin malam. Drama penyanderaan berakhir dengan tiga orang tewas, termasuk seorang komandan polisi.
Komandan polisi berusia 42 tahun tewas ditikam penyerang di depan rumahnya di kawasan Magnanville. Seorang wanita yang diduga istri komandan polisi juga ditemukan tewas. Unit polisi elite datang menyerbu lokasi kejadian setelah menerima laporan adanya penyanderaan. Seketika, pelaku penyanderaan ditembak mati.
Pernyataan tersebut dilaporkan oleh situs berita yang berafiliasi dengan kelompok tersebut, Amaq News Agency, seperti dilaporkan oleh situs pemantau kelompok radikal, SITE Intelligence Grup.
"Anggota ISIS membunuh Wakil Kepala kantor polisi di kota Les Mureaux dan istrinya dengan senjata pisau," begitu bunyi laporan Amaq News Agency seperti dikutip dari laman Inquisitr, Selasa (14/6/2016).
Diberitakan sebelumnya, aksi penyerangan dan penyanderaan terjadi di pinggiran Kota Paris pada Senin malam. Drama penyanderaan berakhir dengan tiga orang tewas, termasuk seorang komandan polisi.
Komandan polisi berusia 42 tahun tewas ditikam penyerang di depan rumahnya di kawasan Magnanville. Seorang wanita yang diduga istri komandan polisi juga ditemukan tewas. Unit polisi elite datang menyerbu lokasi kejadian setelah menerima laporan adanya penyanderaan. Seketika, pelaku penyanderaan ditembak mati.
(ian)