Libya Bantah Ada Pasukan Asing Perangi ISIS
Sabtu, 04 Juni 2016 - 22:06 WIB
Libya Bantah Ada Pasukan Asing Perangi ISIS
A
A
A
TRIPOLI - Seorang juru bicara untuk Operasi Bunyan Al-Marsous Libya membantah keberadaan pasukan asing dalam setiap serangan anti ISIS yang ditugaskan oleh Pemerintah Persatuan Nasional.
Kolonel Mohamed Al-Ghasri bersikeras bahwa semua pasukan yang mengambil bagian dalam operasi di Libya tidak ada tentara asing di dalamnya. Menurutnya, negara-negara sahabat hanya menawarkan dukungan logistik, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Sabtu (4/6/20160).
Al-Ghasri pun menyerukan kepada Dewan Presiden Pemerintah Persatuan Nasional dan Kementerian Pertahanan untuk menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk kampanye.
Menurut Al-Ghasari, peralatan yang mendesak dibutuhkan meliputi detektor ranjau, alat bantu penglihatan di malam hari, dan perangkat komunikasi. Semua peralatan itu semata-mata digunakan untuk mempertahankan diri.
Libya disebut-sebut bakal menjadi benteng terakhir kelompok ekstrimis ISIS. Menurut Amerika Serikat (AS) setidaknya ada sekitar 4.000 hingga 6.000 anggota ISIS di Sirte, basis ISIS di Libya.
Kolonel Mohamed Al-Ghasri bersikeras bahwa semua pasukan yang mengambil bagian dalam operasi di Libya tidak ada tentara asing di dalamnya. Menurutnya, negara-negara sahabat hanya menawarkan dukungan logistik, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Sabtu (4/6/20160).
Al-Ghasri pun menyerukan kepada Dewan Presiden Pemerintah Persatuan Nasional dan Kementerian Pertahanan untuk menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk kampanye.
Menurut Al-Ghasari, peralatan yang mendesak dibutuhkan meliputi detektor ranjau, alat bantu penglihatan di malam hari, dan perangkat komunikasi. Semua peralatan itu semata-mata digunakan untuk mempertahankan diri.
Libya disebut-sebut bakal menjadi benteng terakhir kelompok ekstrimis ISIS. Menurut Amerika Serikat (AS) setidaknya ada sekitar 4.000 hingga 6.000 anggota ISIS di Sirte, basis ISIS di Libya.
(ian)