Prancis Hendak Ajarkan Bahasa Arab di SD Picu Kemarahan

Jum'at, 03 Juni 2016 - 13:01 WIB
Prancis Hendak Ajarkan...
Prancis Hendak Ajarkan Bahasa Arab di SD Picu Kemarahan
A A A
PARIS - Pemerintah Prancis berencana mengajarkan bahasa Arab untuk para siswa sekolah dasar (SD). Namun, rencana itu justru memicu kemarahan, terutama dari kelompok anti-imigran.

Rencana Prancis mengajarkan bahasa Arab di SD disampaikan Menteri Pendidikan Prancis, Najat Vallaud-Belkacem. Menurutnya, bahasar Arab akan jadi pilihan bahasa untuk dipelajari para siswa SD di Prancis.

”(Bahasa) Arab akan diajarkan di SD dasar jika sumber daya manusia ada dan jika orangtua meminta untuk itu,” kata Vallaud-Belkacem kepada penyiar BFM.


Dia menekankan bahwa bahasa Arab adalah bahasa resmi dari 26 negara di Afrika dan Semenanjung Arab. Namun, bahasa asing diajarkan kurang dari 0,1 persen di SD Prancis. Kondisi itu berbeda dengan di Jerman dan Inggris.

Sejumlah kelompok anti-imigran, termasuk para politisi sosialis mengecam rencana itu.

”Anak-anak muda tidak perlu kesesatan ini, namun (kebutuhan) harus diperkuat kursus bahasa dan sejarah Prancis untuk asimilasi yang sukses,” kata Louis Aliot dari poltisi partai sayap kanan Front Nasional (FN) melalui Twitter yang dikutip Jumat (3/6/2016).

”Di Prancis itu budaya Prancis tunggal yang harus dipelajari lebih dulu,” kata anggota parlemen Prancis Bruno Le Maire kepada BFM.

”Rupanya, Anda tidak suka Prancis,” imbuh Jean-Frederic Poisson, politisi dari partai sayap kanan Demokrat Kristen mengacu pada Menteri Vallaud-Belkacem. Dia mendesak menteri perempuan Prancis itu untuk mengundurkan diri.

Annie Genevard, seorang anggota parlemen dari Partai Republik, telah memperingatkan bahwa mengajarkan bahasa Arab akan menjadi "kuda Troya" yang mengarah ke "indoktrinasi Islam".

Prancis sendiri merupakan rumah bagi komunitas Muslim terbesar di Eropa. Meskipun tidak ada angka resmi, media Prancis melaporkan bahwa sekitar 6-10 persen dari penduduk Prancis adalah Muslim. Sedangkan Islam menjadi agama dengan penganut terbesar kedua di negara itu setelah Katolik.
(mas)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
25 menit yang lalu
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
1 jam yang lalu
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
2 jam yang lalu
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
3 jam yang lalu
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
3 jam yang lalu
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
4 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved