Hambat Pemberian Bantuan, AS-Inggris Peringatkan Rezim Suriah
Kamis, 02 Juni 2016 - 19:44 WIB
Hambat Pemberian Bantuan, AS-Inggris Peringatkan Rezim Suriah
A
A
A
WASHINGTON - Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS) dan Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Inggris memperingatkan pemerintah Suriah untuk tidak menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan di negara itu.
"Selama ini kita telah mengatakan kepada mereka (rezim Suriah) untuk mendukung secara berkelanjutan, secara lengkap, komprehensif, akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan," kata juru bicara Deplu AS, John Kirby, seperti dikutip dari CNN, Kamis (2/6/2016).
"Ternyata, mereka belum bisa memenuhi harapan itu secara konsisten. Sebaliknya, mereka justru menghambat dan membatasi segala kemungkinan untuk mendekati masyarakat yang membutuhkan bantuan atau menyuruhnya pulang," sambung Kirby.
Pernyataan yang kurang lebih senada juga diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond. "Rezim Bashar al-Assad dengan sinisnya membatasi bantuan ke Darayya dan Muadhamiya, tetapi telah gagal untuk memberikan akses kemanusiaan yang luas yang diinginkan oleh masyarakat internasional," kata Hammond.
Badan PBB untuk urusan kemanusiaan mengatakan, lebih dari 13,5 juta orang membutuhkan bantuan akibat krisis di Suriah. Dari jumlah itu, sekitar 250 ribu orang telah tewas.
"Selama ini kita telah mengatakan kepada mereka (rezim Suriah) untuk mendukung secara berkelanjutan, secara lengkap, komprehensif, akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan," kata juru bicara Deplu AS, John Kirby, seperti dikutip dari CNN, Kamis (2/6/2016).
"Ternyata, mereka belum bisa memenuhi harapan itu secara konsisten. Sebaliknya, mereka justru menghambat dan membatasi segala kemungkinan untuk mendekati masyarakat yang membutuhkan bantuan atau menyuruhnya pulang," sambung Kirby.
Pernyataan yang kurang lebih senada juga diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond. "Rezim Bashar al-Assad dengan sinisnya membatasi bantuan ke Darayya dan Muadhamiya, tetapi telah gagal untuk memberikan akses kemanusiaan yang luas yang diinginkan oleh masyarakat internasional," kata Hammond.
Badan PBB untuk urusan kemanusiaan mengatakan, lebih dari 13,5 juta orang membutuhkan bantuan akibat krisis di Suriah. Dari jumlah itu, sekitar 250 ribu orang telah tewas.
(ian)