Palestina Sebut Netanyahu Sedang Bermain Peran

Rabu, 01 Juni 2016 - 18:56 WIB
Palestina Sebut Netanyahu...
Palestina Sebut Netanyahu Sedang Bermain Peran
A A A
RAMALLAH - Seketaris Jenderal Organisasi Palestina Merdeka (PLO) Saeb Erekat menyebut saat ini Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sedang bermain peran, dan menggunakan Palestina untuk memperkuat perannya itu. Ini merupakan respon atas pernyataan Netanytahu yang mengatakan siap untuk kembali menghidupkan insiaitif Arab soal perdamaian Israel dan Palestina.

"Kami digunakan oleh Netanyahu dan inkonsistensi dan kontradiksi antara kata-kata serta tindakan pemerintahnya," ucap Erekat dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Arutz Sheva pada Rabu (1/6).

"Perdamaian harus diterjemahkan dari kata-kata ke dalam tindakan, terutama dengan mengakhiri pembuatan fakta di lapangan, penghentian perluasan pemukiman, mengakhiri Yahudisasi Yerusalem, menghentikan eksekusi di luar hukum, menghentikan semua pembongkaran rumah, mengembalikan semua jenazah, mengangkat pengepungan, pengakuan perbatasan tahun 1967, dan melaksanakan kesepakatan yang ditandatangani," sambungnya.

Erekat juga memperingatkan terhadap kemungkinan Israel akan mengiring inisiatif Arab di luar konteks yang sebenarnya dan menekankan bahwa posisi Palestina menuju inisiatif Arab tetap sama dan jelas.

"Ini adalah saat yang kritis dalam sejarah kami dan kami berharap bahwa masyarakat internasional berkomitmen untuk mengakhiri ketidakadilan yang dilakukan terhadap Palestina dengan mengakui pentingnya kegiatan seperti Inisiatif Perdamaian Arab dan konferensi Prancis, dalam kerangka dan waktu yang jelas dan dipandu oleh hukum internasional dan prinsip-prinsip PBB," pungkasnya.

Kemarin, Netanyahu mengatakan, dirinya menerima dan siap kembali menghidupkan inisiatif negara-negara Arab soal perdamaian Palestina. Dirinya menuturkan, inisiatif negara-nagara Arab bisa membantu menghidupkan kembali upaya damai dengan Palestina, yang saat ini tengah mati suri.

Inisiatif Arab yang asli sejatinya berisi tawarkan pengakuan penuh kepada Israel. Tetapi hanya jika Israel menyerahkan semua tanah yang disita di perang Timur Tengah pada 1967 dan sepakat untuk "solusi yang adil" bagi pengungsi Palestina.

Tapi pada tahun 2013, inisiatif ini mulai melunak dengan memasukan adanya pertukaran wilayah antara Israel dan Palestina. Sejak saat ini Netanyahu mulai mengisyaratkan kesiapan untuk melakukan diskusi dengan negara Arab mengenai inisiatif ini.
(esn)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
Tak Bermoral !! Tentara...
Tak Bermoral !! Tentara Israel Menari dan Menyanyi setelah Menyerang Warga Sipil Gaza
Krisis Politik Internal...
Krisis Politik Internal Ancam Eksistensi Israel, Bukan Musuh Luar
Menteri Israel Ben-Gvir...
Menteri Israel Ben-Gvir Bikin Kisruh, Perintahkan Penghancuran Rumah Warga Palestina saat Ramadan
Bagaimana Awal Mula...
Bagaimana Awal Mula Konflik Israel-Palestina?
Berita Terkini
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
1 jam yang lalu
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
1 jam yang lalu
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
1 jam yang lalu
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
2 jam yang lalu
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
3 jam yang lalu
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved