Pria Ini Pernah Diselamatkan Gorila, tapi Dukung Pembunuhan Gorila Harambe
Selasa, 31 Mei 2016 - 18:12 WIB
Pria Ini Pernah Diselamatkan Gorila, tapi Dukung Pembunuhan Gorila Harambe
A
A
A
LONDON - Pria Inggris bernama Levan Merritt, 35, ketika berusia lima tahun diselamatkan Gorila Jambo saat jatuh di kandang satwa itu di Kebun Binatang Jersey.
Tapi, pria ini mendukung langkah Kebun Binatang Cincinnati, Amerika Serikat (AS) yang menembak mati Gorila Harambe.
Gorila Harambe ditembak mati petugas Bonbin Cincinnati setelah menyeret bocah empat tahun bernama Yesaya Gregg, jatuh di kandangnya. Pembunuhan Gorila Harambe dengan alasan menyelamatkan nyawa bocah itu memicu kemarahan publik AS, terlebih Harambe justru melindungi si bocah.
Baca:
Pembunuhan Gorila Harambe demi Selamatkan Bocah Picu Kemarahan
Publik AS mengecam orangtua bocah cilik itu karena dianggap lalai dalam mengawasi putranya yang menyebabkan gorila langka itu harus dibunuh.
“Saya tahu bagaimana rasanya untuk berhadapan dengan gorila besar, benar-benar menakutkan,” katanya. ”Tapi pengalaman saya mengajarkan saya bahwa mereka (gorila) juga sangat peduli,” katanya lagi, seperti dikutip The Sun, Selasa (31/5/2016).
Namun, saat menyaksikan bocah AS yang jatuh ke kandang Gorila Harambe, pria Inggris itu justru menganggap langkah Bonbin Cincinnati untuk membunuh Harambe dengan tembakan adalah langkah tepat.
”Menonton video anak Amerika membawa semua (kenangan) kembali,” kata Merrit yang sudah mempunyai dua anak.
”Saya merasa untuk (berpihak pada) anak tapi juga merasa pada gorila. Apakah mereka harus membunuhnya? Ya, dia tidak akan tahu kekuatannya sendiri dibandingkan dengan anak, setelah tinggal di penangkaran dan tidak pernah menyentuh bayi manusia,” katanya menjelaskan alasan mengapa dia mendukung pembunuhan Gorila Harambe.
”Dan dia tidak mengambil anak itu dan menyeret dia ke dalam air dengan kecepatan menakutkan. Bocah berusia empat tahun adalah anak kecil dan dapat dengan mudah terluka. Jadi mereka membuat keputusan yang benar untuk menyelamatkan hidup anak itu,” lanjut dia.
”Dalam kasus saya, Jambo memastikan tidak ada hal buruk yang bisa terjadi,” katanya membedakan insiden yang dia alami dengan kejadian di Bonbin Cincinnati.
Tapi, pria ini mendukung langkah Kebun Binatang Cincinnati, Amerika Serikat (AS) yang menembak mati Gorila Harambe.
Gorila Harambe ditembak mati petugas Bonbin Cincinnati setelah menyeret bocah empat tahun bernama Yesaya Gregg, jatuh di kandangnya. Pembunuhan Gorila Harambe dengan alasan menyelamatkan nyawa bocah itu memicu kemarahan publik AS, terlebih Harambe justru melindungi si bocah.
Baca:
Pembunuhan Gorila Harambe demi Selamatkan Bocah Picu Kemarahan
Publik AS mengecam orangtua bocah cilik itu karena dianggap lalai dalam mengawasi putranya yang menyebabkan gorila langka itu harus dibunuh.
“Saya tahu bagaimana rasanya untuk berhadapan dengan gorila besar, benar-benar menakutkan,” katanya. ”Tapi pengalaman saya mengajarkan saya bahwa mereka (gorila) juga sangat peduli,” katanya lagi, seperti dikutip The Sun, Selasa (31/5/2016).
Namun, saat menyaksikan bocah AS yang jatuh ke kandang Gorila Harambe, pria Inggris itu justru menganggap langkah Bonbin Cincinnati untuk membunuh Harambe dengan tembakan adalah langkah tepat.
”Menonton video anak Amerika membawa semua (kenangan) kembali,” kata Merrit yang sudah mempunyai dua anak.
”Saya merasa untuk (berpihak pada) anak tapi juga merasa pada gorila. Apakah mereka harus membunuhnya? Ya, dia tidak akan tahu kekuatannya sendiri dibandingkan dengan anak, setelah tinggal di penangkaran dan tidak pernah menyentuh bayi manusia,” katanya menjelaskan alasan mengapa dia mendukung pembunuhan Gorila Harambe.
”Dan dia tidak mengambil anak itu dan menyeret dia ke dalam air dengan kecepatan menakutkan. Bocah berusia empat tahun adalah anak kecil dan dapat dengan mudah terluka. Jadi mereka membuat keputusan yang benar untuk menyelamatkan hidup anak itu,” lanjut dia.
”Dalam kasus saya, Jambo memastikan tidak ada hal buruk yang bisa terjadi,” katanya membedakan insiden yang dia alami dengan kejadian di Bonbin Cincinnati.
(mas)