Coba Bunuh Suami, Istri Pezina Sewa Pembunuh Bayaran

Sabtu, 14 Mei 2016 - 10:02 WIB
Coba Bunuh Suami, Istri...
Coba Bunuh Suami, Istri Pezina Sewa Pembunuh Bayaran
A A A
LONDON - Seorang istri di London, Inggris, yang ketahuan berzina menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh suaminya agar mendapatkan warisan. Uniknya, wanita itu tidak tahu jika pembunuh bayaran yang dia sewa adalah polisi yang sedang menyamar.

Untuk menyamarkan motif kejahatan tersebut, wanita bernama Nurten Taycur, 28, menginginkan agar pembunuhan itu dilakukan brutal supaya dikira dilakukan seorang militan ISIS. Suami yang jadi target pembunuhan itu merupakan pria Kurdi.

Polisi yang menyamar tersebut dengan mudah menangkap Taycur pada Jumat (13/5/2016). Dia ditahan atas tuduhan merencanakan pembunuhan.

Taycur terancam hukuman penjara hingga enam tahun.

Taycur dalam rencana jahatnya itu melakukan pertemuan dengan pembunuh bayaran palsu sebanyak enam kali selama periode 13 November hingga 11 Desember 2015. Kepolisian Metropolitan London telah mengkonfirmasi bahwa pembunuh bayaran palsu itu memang petugas polisi yang menyamar untuk operasi khusus guna menggagalkan rencana Taycur.

Polisi melakukan penyamaran setelah menerima informasi dari intelijen terkait rencana pembunuhan itu.

Dalam pesan audio rahasia yang direkam petugas polisi yang menyamar, Taycur terdengar memesan pembunuh bayaran. ”Di mana Anda akan menikamnya, di jantung atau di belakang? Di mana, yang pasti akan tiada. Apa yang kupikirkan adalah Anda menikamnya di dalam mobil, tetapi Anda perlu untuk menjamin bahwa jika Anda menikamnya dia harus mati,” bunyi suara Taycur yang direkam polisi.

Taycur juga meminta pembunuh bayaran yang dia sewa itu untuk memenggal tenggorokan suaminya dan menuliskan "ISIS" di luar mobilnya. Tujuannya, untuk menyamarkan bahwa pembunuhan itu sebagai serangan bermotif politik.

Ibu dua anak ini mengaku kepada petugas polisi yang menyamar sebagai pembunuh bayaran bahwa dia sudah berzina dan ingin suaminya dibunuh.

Selama interaksi dengan pembunuh bayaran palsu, Taycur sepakat membayar 5.000 poundsterling untuk pembunuhan terhadap suaminya. Taycur bahkan memberikan uang muka sebesar 1.000 poundsterling, bersama dengan foto target, kendaraan dan nomor registrasinya.

”Nurten Taycur merencanakan pembunuhan ini dengan antusias,” kata Inspektur Polisi Paul Foreman dari Tim Detektif Khusus Metropolitan London.

”Dia meminta agar tubuh korban tidak dibuang sehingga ia bisa mendapatkan tubuh (korban) agar bisa beduka, ia bersikeras bahwa korbannya harus meninggal dalam kematian yang menyakitkan dan menakutkan,” lanjut Foreman, seperti dikutip IB Times, semalam.
(mas)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
11 menit yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
1 jam yang lalu
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
2 jam yang lalu
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
3 jam yang lalu
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
5 jam yang lalu
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
8 jam yang lalu
Infografis
Menteri Yandri Terbukti...
Menteri Yandri Terbukti Bantu Kemenangan Istri, Pilkada Serang Diulang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved