Selamatkan Sandera Indonesia, Militer Filipina Dekati Kamp Abu Sayyaf

Selasa, 26 April 2016 - 18:12 WIB
Selamatkan Sandera Indonesia,...
Selamatkan Sandera Indonesia, Militer Filipina Dekati Kamp Abu Sayyaf
A A A
ZAMBOANGA - Komando Mindanao Barat Militer Filipina telah meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan para sandera termasuk warga Indonesia dan Malaysia yang diculik sebuah kelompok yang diduga Abu Saayyaf.

Seorang sumber keamanan Filipina kepada The Star, Selasa (26/4/2016) mengatakan, pasukan Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) dari korps Komando Mindanao Barat telah bergerak mendekati kamp Abu Sayyaf sejak hari Senin.

Informasi ini muncul setelah Abu Sayyaf memenggal sandera asal Kanada John Ridsdel, pada Senin malam.

Seperti diketahui, ada 14 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera sebuah kelompok yang diduga dari faksi Abu Sayyaf di Filipina selatan. Selain 14 WNI ada juga empat warga Malaysia.

Dua helikopter MG-520 telah mengitari wilayah Patikul, di Sulu, pada Senin sore untuk memberikan dukungan serangan udara bagi pasukan Filipina.

AFP telah bersumpah menggunakan kekuatan penuh untuk membawa para pembunuh John Ridsdel ke pengadilan. AFP mengucapkan belasungkawa kepada Pemerintah Kanada dan keluarga John Ridsdel, setelah potongan kepala warga Kanada itu dibuang di sebuah jalan di Kotaa Jolo, Sulu, semalam.

Kami menyampaikan rasa simpati dan belasungkawa kami kepada Pemerintah Kanada dan keluarga John Ridsdel yang meninggal di tangan para bandit ASG (Abu Sayyaf Group),” bunyi pernyataan bersama militer dan kepolisian Filipina (PNP).

Tidak akan ada pembiaran dalam upaya yang ditentukan oleh sendi militer dan operasi penegakan hukum AFP. Tugas kelompok PNP menetralisir kelompok tanpa hukum dan menggagalkan ancaman lebih lanjut untuk perdamaian dan keamanan. Kekuatan hukum penuh akan digunakan untuk menyeret para penjahat ke pengadilan,” lanjut pernyataan mereka.

Ridsdel, bersama dengan rekannya sesama warga Kanada; Robert Hall, warga Norwegia; Kjartan Sekkingstad dan warga Flipina; Marites Flor, diculik di Pulau Garden City Samal, Davao del Norte pada bulan September tahun lalu.

Kelompok bandit Abu Sayyaf telah mengunggah video dari para sandera itu dengan mengeluarkan ultimatum terakhir. Bunyinya, pemerintah dari masing-masing sandera diminta menebus 300 juta peso per sandera paling lambat 25 April 2016 pukul 15.00. Jika ultimatum diabaikan, salah satu dari empat sandera itu akan dieksekusi penggal.

(mas)
Berita Terkait
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
3 Alasan Timnas Indonesia...
3 Alasan Timnas Indonesia Tidak Boleh Kalah di Pertandingan Filipina vs Indonesia
Kemlu Selidiki Dua WNI...
Kemlu Selidiki Dua WNI Jadi Buron Kasus Terorisme di Filipina
Jelang Timnas Indonesia...
Jelang Timnas Indonesia vs Filipina, Bung Kus Sebut Moral Pemain Sudah Oke!
3 Pemain Filipina yang...
3 Pemain Filipina yang Wajib Diwaspadai Timnas Indonesia
Michael Weiss Beberkan...
Michael Weiss Beberkan 2 Keuntungan Filipina Kalahkan Timnas Indonesia
Berita Terkini
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
1 jam yang lalu
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
4 jam yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
5 jam yang lalu
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
6 jam yang lalu
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
7 jam yang lalu
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
8 jam yang lalu
Infografis
SEA Games 2025: Timnas...
SEA Games 2025: Timnas Indonesia U-23 Bentrok Myanmar, Filipina, dan Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved