Gempur Pasukan Kurdi, ISIS Diduga Gunakan Senjata Kimia
Jum'at, 22 April 2016 - 15:15 WIB
Gempur Pasukan Kurdi, ISIS Diduga Gunakan Senjata Kimia
A
A
A
BAGHDAD - Kelompok ekstrimis ISIS diduga menggunakan senjata kimia saat menyerang kelompok Kurdi di Irak utara. ISIS seolah ingin mengirim peringatan kepada koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) yang akan menyerang Mosul.
Pasukan Kurdi Irak, yang dikenal sebagai Peshmerga, mengatakan, mereka telah dua kali diserang dalam satu minggu dengan gas kimia klorin. Serangan terbaru terjadi pada Selasa malam lalu.
"ISIS telah menyerang Peshmerga dengan senjata kimia, setidaknya 10 kali dalam 6 minggu terakhir. Jelas, bahwa sebuah unit ISIS di garis terdepan memiliki senjata kimia dan sangat senang menggunakannya," kata instruktur Peshmerga asal Inggris, Hamish de Bretton Gordon, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (22/4/2016).
Sementara itu, kepala staf pasukan Peshemerga yang menjadi sasaran serangan, Kol Srud al-Bazanji mengatakan, ISIS mengirimkan peringatan bahwa mereka akan melakukan apapun untuk mempertahankan Mosul. Hal itu dilakukan di tengah upaya koalisi AS mulai melakukan serangan untuk mengambil alih kota itu.
"Yang pasti, jika kita menyerang Mosul, apa saja akan mereka lakukan, dengan menggunakan apa yang mereka miliki. Senjata normal lebih menyebabkan kematian dan cedera. Tetapi, jika Anda berpikir senjata kimia yang digunakan, Anda akan menjadi lebih takut," tutur al-Bazanji.
ISIS diketahui telah menyita sejumlah besar klorin industri dan dianggap mampu memproduksi gas mustard sendiri. Mereka telah menggunakan secara sporadis dalam kampanye mereka, terutama di Irak. Kini mereka mulai menggunakannya untuk mempertahankan wilayah mereka.
Pasukan Kurdi Irak, yang dikenal sebagai Peshmerga, mengatakan, mereka telah dua kali diserang dalam satu minggu dengan gas kimia klorin. Serangan terbaru terjadi pada Selasa malam lalu.
"ISIS telah menyerang Peshmerga dengan senjata kimia, setidaknya 10 kali dalam 6 minggu terakhir. Jelas, bahwa sebuah unit ISIS di garis terdepan memiliki senjata kimia dan sangat senang menggunakannya," kata instruktur Peshmerga asal Inggris, Hamish de Bretton Gordon, seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (22/4/2016).
Sementara itu, kepala staf pasukan Peshemerga yang menjadi sasaran serangan, Kol Srud al-Bazanji mengatakan, ISIS mengirimkan peringatan bahwa mereka akan melakukan apapun untuk mempertahankan Mosul. Hal itu dilakukan di tengah upaya koalisi AS mulai melakukan serangan untuk mengambil alih kota itu.
"Yang pasti, jika kita menyerang Mosul, apa saja akan mereka lakukan, dengan menggunakan apa yang mereka miliki. Senjata normal lebih menyebabkan kematian dan cedera. Tetapi, jika Anda berpikir senjata kimia yang digunakan, Anda akan menjadi lebih takut," tutur al-Bazanji.
ISIS diketahui telah menyita sejumlah besar klorin industri dan dianggap mampu memproduksi gas mustard sendiri. Mereka telah menggunakan secara sporadis dalam kampanye mereka, terutama di Irak. Kini mereka mulai menggunakannya untuk mempertahankan wilayah mereka.
(ian)