Bebaskan 10 WNI, Militer Filipina Minta Jangan Bayar ke Abu Sayyaf

Kamis, 21 April 2016 - 08:04 WIB
Bebaskan 10 WNI, Militer...
Bebaskan 10 WNI, Militer Filipina Minta Jangan Bayar ke Abu Sayyaf
A A A
MANILA - Militer Filipina minta semua pihak untuk tidak membayar uang tebusan kepada kelompok Abu Sayyaf demi membebaskan para sandera asing termasuk 10 warga negara Indonesia (WNI).

Pernyataan militer Filipina itu menanggapi komentar Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Indonesia, Luhut Pandjaitan, pada Selasa lalu, bahwa perusahaan kapal asal Taiwan yang memperjakan 10 WNI setuju membayar uang tebusan sebesar 50 juta peso atau sekitar Rp14,2 miliar.

Menurut Luhut, negosiasi untuk penyerahan uang dan tawanan masih berlangsung dan uang akan diserahkan di lokasi tertentu.

Angkatan bersenjata terus mendorong semua orang untuk mengamati adanya kebijakan anti-tebusan oleh pemerintah,” kata Juru bicara militer Filipina, Brigadir Jenderal Restituto Padilla, kepada wartawan.

Dia mengatakan militer Filipina ingin mencegah praktik semacam ini tumbuh menjadi “industri”. Militer Filipina ingin memotong dana yang berpotensi memperkuat kelompok pemberontak Filipina itu.


Padilla mengatakan ada operasi militer yang sedang berlangsung untuk menyelamatkan para tawanan. Keamanan korban penculikan adalah perhatian primordial kita,” ujarnya, seperti dikutip Reuters.


Sementara itu, Pemerintah Kanada cemas setelah dua warganya diancam akan dipenggal kelompok Abu Sayyaf pada 25 April 2016 jika uang tebusan masing-masing 300 juta peso tidak dibayar.

Duta Besar Kanada untuk Filipina, Neil Reeder, menyatakan bahwa Pemerintah Kanada menyatakann keprihatinan serius atas ancaman Abu Sayyaf itu.

Kami sangat, sangat prihatin dengan situasi warga negara kita,” kata Reeder kepada wartawan di Manila. Kami akan melakukan yang terbaik untuk keselamatan dan keamanan mereka dan kami berharap bahwa mereka akan aman dan sehat dan segera dibebaskan,” lanjut dia, yang dilansir Kamis (21/4/2016).
(mas)
Berita Terkait
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
3 Alasan Timnas Indonesia...
3 Alasan Timnas Indonesia Tidak Boleh Kalah di Pertandingan Filipina vs Indonesia
Kemlu Selidiki Dua WNI...
Kemlu Selidiki Dua WNI Jadi Buron Kasus Terorisme di Filipina
Jelang Timnas Indonesia...
Jelang Timnas Indonesia vs Filipina, Bung Kus Sebut Moral Pemain Sudah Oke!
3 Pemain Filipina yang...
3 Pemain Filipina yang Wajib Diwaspadai Timnas Indonesia
Michael Weiss Beberkan...
Michael Weiss Beberkan 2 Keuntungan Filipina Kalahkan Timnas Indonesia
Berita Terkini
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
22 menit yang lalu
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
1 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
2 jam yang lalu
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
3 jam yang lalu
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
4 jam yang lalu
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
12 jam yang lalu
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved