Putin Ucapkan Belasungkawa pada Jepang Atas Bencana Gempa
Sabtu, 16 April 2016 - 22:31 WIB
Putin Ucapkan Belasungkawa pada Jepang Atas Bencana Gempa
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan turut berbelasungkawa kepada Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, atas hilangnya puluhan nyawa manusia dalam gempa bumi mematikan pada pekan ini di pulau Kyushu.
"Putin telah menyatakan belasungkawa kepada Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, atas kerugian yang signifikan dari kehidupan manusia yang disebabkan oleh serangkaian gempa bumi yang merusak di pulau Kyushu," bunyi pernyataan pers Kremlin.
"Kepala negara Rusia telah menyatakan turut berbelasungkawa dan memberikan dukungan untuk keluarga mereka yang tewas, serta berharap mereka yang terluka dalam bencana alam ini dapat cepat sembuh kembali," sambung pernyataan itu dikutip dari Sputnik, Sabtu (16/4/2016).
Sebuah gempa berkekuatan 6,5 SR melanda Jepang bagian selatan, dekat ibukota daerah Kumamoto di pulau Kyushu, Kamis. Sabtu dini hari waktu setempat, gempa kedua melanda pulau yang sama dengan kekuatan 7,3 SR.
Setidaknya 37 orang tewas dan sekitar 2.000 lainnya terluka akibat serangkaian gempa bumi tersebut dan sekitar 100.000 orang telah dievakuasi.
"Putin telah menyatakan belasungkawa kepada Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, atas kerugian yang signifikan dari kehidupan manusia yang disebabkan oleh serangkaian gempa bumi yang merusak di pulau Kyushu," bunyi pernyataan pers Kremlin.
"Kepala negara Rusia telah menyatakan turut berbelasungkawa dan memberikan dukungan untuk keluarga mereka yang tewas, serta berharap mereka yang terluka dalam bencana alam ini dapat cepat sembuh kembali," sambung pernyataan itu dikutip dari Sputnik, Sabtu (16/4/2016).
Sebuah gempa berkekuatan 6,5 SR melanda Jepang bagian selatan, dekat ibukota daerah Kumamoto di pulau Kyushu, Kamis. Sabtu dini hari waktu setempat, gempa kedua melanda pulau yang sama dengan kekuatan 7,3 SR.
Setidaknya 37 orang tewas dan sekitar 2.000 lainnya terluka akibat serangkaian gempa bumi tersebut dan sekitar 100.000 orang telah dievakuasi.
(ian)