Kurang Pengalaman, Penyebab 18 Tentara Filipina Dibantai Abu Sayyaf

Selasa, 12 April 2016 - 07:54 WIB
Kurang Pengalaman, Penyebab...
Kurang Pengalaman, Penyebab 18 Tentara Filipina Dibantai Abu Sayyaf
A A A
ZAMBOANGA - Dua jenderal Filipina mengkritik habis-habisan pihak Komando Mindanao Barat atas pembantaian 18 tentara Filipina oleh kelompok Abu Sayyaf di Basilan. Salah satu penyebab kerugian fatal yang dialami Filipina itu karena kurangnya pengalaman pihak militer Filipina.

Dua jenderal itu meminta dilakukan penyelidikan dan pejabat militer terkait harus bertanggung jawab.

Apa yang terjadi adalah kegagalan kepemimpinan dari atas ke bawah karena kurangnya pengalaman, kegagalan intelijen dan kegagalan perencanaan yang realistis untuk menyertakan perencanaan misi cerdas,” kata seorang jenderal Filipina, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, seperti dikutip Inquirer, Selasa (12/4/2016).


Dia mengatakan brigade hingga Komando Mindanao Barat harus bertanggung jawab. Jenderal Filipina lain yang juga berbicara dengan syarat anonim, menyalahkan kepala militer regional atas kerugian besar dalam perang sekitar 10 jam pada Sabtu pekan lalu. Dalam perang itu, hanya lima militan Abu Sayyaf yang tewas atau jauh lebih kecil dari jumlah tentara Filipina yang tewas, yakni 18 orang.

Menurut jenderal Filipina itu, kepala militer regional, Mayor Jenderal Mayoralgo del Cruz, menjalankan manajamen mikro dengan mengorbankan nyawa prajurit.

Dia merencanakannya. Dia bahkan pergi ke markas batalion sebelum pasukan bertindak. Ini super micromanagement, seorang jenderal bintang tiga yang ingin melakukan pekerjaan Letnan Dua,” ujarnya.

Operasi militer Filipina terhadap Abu Sayyaf yang dimulai Sabtu pekan lalu diluncurkan setelah maraknya penculikan warga asing, termasuk 10 warga negara Indonesia (WNI). Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Lestari Priansari Marsudi, memastikan 10 WNI tidak berada di lokasi kontak senjata militer Filipina dan Abu Sayyaf.”Ke-10 WNI dalam kondisi baik,” kata Retno.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina (AFP), Jenderal Hernando Iriberri, mengatakan bahwa terlalu dini untuk menyerukan penyelidikan. ”Saat kita berbicara, operasi sedang berlangsung di Basilan,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
3 Alasan Timnas Indonesia...
3 Alasan Timnas Indonesia Tidak Boleh Kalah di Pertandingan Filipina vs Indonesia
Kemlu Selidiki Dua WNI...
Kemlu Selidiki Dua WNI Jadi Buron Kasus Terorisme di Filipina
Jelang Timnas Indonesia...
Jelang Timnas Indonesia vs Filipina, Bung Kus Sebut Moral Pemain Sudah Oke!
Michael Weiss Beberkan...
Michael Weiss Beberkan 2 Keuntungan Filipina Kalahkan Timnas Indonesia
3 Pemain Filipina yang...
3 Pemain Filipina yang Wajib Diwaspadai Timnas Indonesia
Berita Terkini
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
33 menit yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
6 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
10 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
11 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
12 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
13 jam yang lalu
Infografis
Line Up Timnas Indonesia...
Line Up Timnas Indonesia U-22 Lawan Filipina di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved