Militernya Rugi Besar, Filipina Gagal dan Tak Ditakuti Abu Sayyaf?

Senin, 11 April 2016 - 07:59 WIB
Militernya Rugi Besar,...
Militernya Rugi Besar, Filipina Gagal dan Tak Ditakuti Abu Sayyaf?
A A A
ZAMBOANGA - Tewasnya 18 tentara Filipina dalam perang sengit melawan kelompok Abu Sayyaf selama sekitar 10 jam pada Sabtu pekan lalu tercatat sebagai salah satu kerugian terbesar bagi militer Filipina dalam beberapa tahun terakhir.

Suara kritis dan pesimistis terhadap kemampuan pemerintah dan militer Filipina pun mulai muncul.

Begitu banyak tentara tewas dalam pertempuran setiap tahun. Apakah ini bagian dari sebuah kegagalan pemerintah atau tidak terhadap para pemberontak, dan teroris takut pada pemerintah lagi?,” kata Anne Turla, pemimpin dan pendiri Soldiers’ Wives and Girlfriends (SWAG) Filipina.

Dalam perang sengit itu, puluhan tentara Filipina juga terluka. Sedangkan dari kubu Abu Sayyaf hanya lima militan yang tewas.

Operasi militer Filipina diluncurkan setelah maraknya penculikan warga asing, termasuk 10 warga negara Indonesia (WNI) sejak Maret 2016 lalu. Sampai hari ini, 10 WNI itu belum dibebaskan. Pemerintah Filipina juga belum memberikan laporan perkembangan upaya pembebasan 10 WNI.

Militer Indonesia sejatinya sudah siap untuk membebaskan 10 WNI. Namun, tentara Indonesia dilarang masuk wilayah Filipina berdasarkan konstitusi di negara itu yang memang melarang tentara asing masuk.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina, Jenderal Hernando Iriberri, memerintahkan perang melawan kelompok Abu Sayyaf nonstop. Meski 18 tentara Filipina tewas, Jenderal Iriberi tetap memuji keberanian tentaranya.

Kami berduka. Seluruh angkatan bersenjata berduka,kata Iriberri mengacu pada kematian 18 tentara dalam perang dengan Abu Sayyaf fi di desa Baguindan, Kota Tipo-Tipo, Basilan.

Senator yang juga calon presiden Filipina, Grace Poe, minta operasi militer terhadap Abu Sayyaf memperhatikan nasib warga sipil yang tidak bersalah.”Teroris ini harus segera dikejar dan dihancurkan oleh kekuatan penuh pasukan militer kami, dengan memperhatikan keselamatan warga sipil tak berdosa,” katanya, seperti dikutip Inquirer, Senin (11/4/2016).
Sementara itu, Wakil Presiden sekaligus calon presiden Filipina, Jejomar Binay, menyoroti masalah kekerasan oleh kelompok Abu Sayyaf terkait dengan persoalan kemiskinan. ” Tragedi ini adalah pengingat bagi kita untuk mengatasi masalah kemiskinan, yang merupakan penyebab masalah perdamaian dan ketertiban di Mindanao,” ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
3 Alasan Timnas Indonesia...
3 Alasan Timnas Indonesia Tidak Boleh Kalah di Pertandingan Filipina vs Indonesia
Kemlu Selidiki Dua WNI...
Kemlu Selidiki Dua WNI Jadi Buron Kasus Terorisme di Filipina
Jelang Timnas Indonesia...
Jelang Timnas Indonesia vs Filipina, Bung Kus Sebut Moral Pemain Sudah Oke!
Michael Weiss Beberkan...
Michael Weiss Beberkan 2 Keuntungan Filipina Kalahkan Timnas Indonesia
3 Pemain Filipina yang...
3 Pemain Filipina yang Wajib Diwaspadai Timnas Indonesia
Berita Terkini
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
17 menit yang lalu
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
58 menit yang lalu
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
1 jam yang lalu
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
1 jam yang lalu
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
2 jam yang lalu
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
2 jam yang lalu
Infografis
SEA Games 2025: Timnas...
SEA Games 2025: Timnas Indonesia U-23 Bentrok Myanmar, Filipina, dan Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved