Indonesia Tidak Menyerah Bebaskan 10 WNI dari Abu Sayyaf

Jum'at, 08 April 2016 - 14:21 WIB
Indonesia Tidak Menyerah...
Indonesia Tidak Menyerah Bebaskan 10 WNI dari Abu Sayyaf
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia tidak menyerah untuk membebaskan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina, meski kabar media Filipina menyebut batas waktu untuk menebus sandera makin dekat.

Penegasan Pemerintah Indonesia itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, kemarin. Menurutnya, Indonesia dan Filipina telah mengintensifkan koordinasi.

Nah, situasi ini tidak mudah. Namun, kami ingin menggarisbawahi bahwa kami tidak akan menyerah dan akan mencoba yang terbaik untuk menjamin pembebasan dari 10 warga Indonesia,” kata Menlu Retno.

Ke-10 WNI itu antara lain; Peter Tonsen Barahama, Julian Philip, Alvian Elvis Peti, Mahmud, Surian Syah, Surianto, Wawan Saputra, Bayu Octavianto, Reynaldi, Wendi Raknadian.


Mereka diyakini disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Pulau Jolo bersama-sama dengan empat pelaut Malaysia saat kapal yang mereka tumpangi, MV Masfive 6, dibajak di dekat dekat Pulau Ligitan, pada 1 April 2016.

Sementara itu, pihak Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) menyatakan ada 15 sandera asing termasuk 10 WNI yang berada di tangan kelompok Abu Sayyaf.

Juru bicara AFP, Jenderal Restituto Padilla dan Kolonel Benjamin Hao, kepada CNN Philippines, telah merinci daftar 15 warga asing, termasuk 10 WNI. Lima warga asing yang saat ini disandera Abu Sayyaf antara lain satu warga Belanda; Ewold Hurn. Satu Warga Italia; Rolando del Torchio. Dua Warga Kanada; John Ridsdel dan Robert Hall. Satu warga Norwegia; Kjartan Sekkingstad.

Abu Sayyaf telah mengancam akan mengeksekusi dua warga Kanada; John Ridsdel dan Robert Hall, serta warga Norwegia; Kjartan Sekkingstad, pada Jumat (8/4/2016), jika tuntutan kelompok itu tidak dipenuhi.

Ketiga warga asing muncul dalam sebuah video yang beredar pada bulan Maret. Mereka memohon kepada pemerintah mereka untuk membayar tebusan dalam batas waktu satu bulan yang ditetapkan oleh penculik mereka.

Sindonews belum bisa memverifikasi keaslian video itu secara independen.

Padilla mengatakan uang tebusan adalah "motivasi utama" untuk penculikan. Selain video pada bulan Maret, ada juga video pada November 2015, di mana dalam video itu Ridsdel mengatakan bahwa militan menuntut 1 miliar peso (USD 21 juta) untuk masing-masing korban penculikan.


AFP telah meyakinkan masyarakat bahwa keselamatan sandera jadi pertimbangan utama mereka. ”Fokus operasi militer terus di kawasan kelompok penculik. Belum ada jeda dalam kegiatan ini dan pertimbangan primordial kami adalah keselamatan korban penculikan,kata Padilla kepada CNN Phillipines.
(mas)
Berita Terkait
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
3 Alasan Timnas Indonesia...
3 Alasan Timnas Indonesia Tidak Boleh Kalah di Pertandingan Filipina vs Indonesia
Kemlu Selidiki Dua WNI...
Kemlu Selidiki Dua WNI Jadi Buron Kasus Terorisme di Filipina
Jelang Timnas Indonesia...
Jelang Timnas Indonesia vs Filipina, Bung Kus Sebut Moral Pemain Sudah Oke!
Michael Weiss Beberkan...
Michael Weiss Beberkan 2 Keuntungan Filipina Kalahkan Timnas Indonesia
3 Pemain Filipina yang...
3 Pemain Filipina yang Wajib Diwaspadai Timnas Indonesia
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
16 menit yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
1 jam yang lalu
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
1 jam yang lalu
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
2 jam yang lalu
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
10 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved