Orang Dekat Putin Diduga Terima Dana dari Luar Negeri
Senin, 04 April 2016 - 18:30 WIB
Orang Dekat Putin Diduga Terima Dana dari Luar Negeri
A
A
A
LONDON - Nama Presiden Rusia, Vladimir Putin, disebut-sebut dalam bocoran dokumen yang memuat sejumlah nama pesohor dunia yang dituding pengemplang pajak. Putin, melalui koleganya, disebut mendapatkan pemasukan hingga USD 2 miliar dari luar negeri.
Menurut situs berita The Guardian, yang meneliti jutaan file yang bocor dari firma hukum Panama, Mosscak Fonseca, sejumlah kolega dan anggota keluarga Putin telah melakukan sejumlah transaksi rahasia. Mereka memanfaatkan kedekatannya dengan Putin untuk melakukan hal tersebut.
Dalam dokumen itu disebutkan jika uang senilai USD 2 miliar yang berasal dari luar negeri itu mengalir ke sejumlah rekening milik orang-orang lingkar dalam Putin melalui jaringan bank dan sejumlah perusahaan, seperti dikutip dari Time, Senin (4/4/2016).
Dokumen yang belakangan disebut Panama Papers itu diperoleh dari sumber anonim dan diberikan kepada surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung dan Konsorsium Internasional of Investigative Journalists dengan Guardian, BBC dan outlet berita lainnya.
Menurut kantor berita BBC, file tersebut juga menunjukkan bahwa firma hukum itu diduga membantu sejumlah kliennya melakukan pencucian uang, menghindari sanksi dan menghindari pajak.
Menurut situs berita The Guardian, yang meneliti jutaan file yang bocor dari firma hukum Panama, Mosscak Fonseca, sejumlah kolega dan anggota keluarga Putin telah melakukan sejumlah transaksi rahasia. Mereka memanfaatkan kedekatannya dengan Putin untuk melakukan hal tersebut.
Dalam dokumen itu disebutkan jika uang senilai USD 2 miliar yang berasal dari luar negeri itu mengalir ke sejumlah rekening milik orang-orang lingkar dalam Putin melalui jaringan bank dan sejumlah perusahaan, seperti dikutip dari Time, Senin (4/4/2016).
Dokumen yang belakangan disebut Panama Papers itu diperoleh dari sumber anonim dan diberikan kepada surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung dan Konsorsium Internasional of Investigative Journalists dengan Guardian, BBC dan outlet berita lainnya.
Menurut kantor berita BBC, file tersebut juga menunjukkan bahwa firma hukum itu diduga membantu sejumlah kliennya melakukan pencucian uang, menghindari sanksi dan menghindari pajak.
(ian)