Tegang dengan China, Kapal Selam Jepang Muncul di Filipina

Minggu, 03 April 2016 - 17:49 WIB
Tegang dengan China,...
Tegang dengan China, Kapal Selam Jepang Muncul di Filipina
A A A
MANILA - Sebuah kapal selama Jepang untuk pertama kalinya dalam 15 tahun muncul di pelabuhan Filipina untuk melakukan kerja sama militer. Kapal selam Jepang itu muncul di saat Filipina terlibat ketegangan dengan China terkait sengketa Laut China Selatan.

Kapal selam Jepang itu merupakan salah satu kapal selam terbesar yang dimiliki Tokyo. Kapal selam itu dikawal oleh dua kapal perusak Jepang dari bekas pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Teluk Subic untuk tur ke Asia Tenggara.

Ini hanya latihan dan tujuan utama adalah untuk melatih petugas,” ujar Kapten Hiraoki Yoshino dari Angkatan Bela Diri Maritim Jepang kepada wartawan, hari Minggu (3/4/2016).

Kami tidak memiliki pesan apa pun ke negara manapun,” katanya lagi, seperti dikutip Reuters. Menurutnya, kunjungan kapal selam Jepang ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan antara Jepang dan Filipina.


China, seperti diketahui telah mengklaim hampir semua kawasan Laut China Selatan, yang menghasilkan sekitar USD5 triliun dari aktivitas kapal perdagangan setiap tahunnya. Namun, Brunei, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Taiwan juga memiliki klaim di wilayah itu.


Jepang dan China juga terlibat sengketa pulau di Laut China Timur. Dalam konflik Laut China Selatan, Jepang telah meningkatkan kehadiran kapal dan pesawat untuk sekutu-sekutunya di Asia Tenggara, seperti Vietnam dan Filipina.


Jepang bahkan telah menawarkan untuk membantu Filipina guna meningkatkan Kemampuan dalam memantau apa yang terjadi di Laut China Selatan, termasuk dengan dengan menyewa tiga pesawat pengintai TC-90, yang kesepekatannya bisa dicapai akhir bulan ini.
(mas)
Berita Terkait
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Menlu Filipina kepada...
Menlu Filipina kepada China: Keluar dari Laut China Selatan!
Bersitegang dengan China,...
Bersitegang dengan China, Filipina Bangun Stasiun Pemantau di LCS
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Menhan Filipina: Beijing...
Menhan Filipina: Beijing Ingin Caplok Lebih Banyak Wilayah di Laut China Selatan
Filipina: Dunia Dukung...
Filipina: Dunia Dukung Kami, China Sendirian
Berita Terkini
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
8 menit yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
5 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
10 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
10 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
11 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
12 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved