Assad Sebut Tak Sulit Bentuk Pemerintahan Baru Suriah
Rabu, 30 Maret 2016 - 23:52 WIB
Assad Sebut Tak Sulit Bentuk Pemerintahan Baru Suriah
A
A
A
MOSKOW - Presiden Suriah, Bashar al-Assad mengatakan, tidak akan sulit untuk membentuk sebuah pemerintahan baru Suriah, yang merangkul kubu oposisi di dalamnya. Bahkan, Assad memprediksi hanya perlu beberapa pekan untuk menyusun pemerintahan baru tersebut.
“Rancangan konstitusi bisa siap dalam beberapa pekan. Dan, pemerintah yang termasuk di dalamnya oposisi, figur independen, dan loyalis bisa menyepakatinya,” jelas Assad, seperti dilaporkan Reuters yang mengutip kantor berita Rusia, RIA, Rabu (30/3).
Ia melanjutkan, distribusi portofolio dan masalah teknis lainnya akan dibahas di perundingan perdamaian Jenewa, yang dilanjutkan pada bulan depan. “Ini bukan pertanyaan sulit," ujar Assad.
Meski berbagai upaya sudah dilakukan dan dunia internasional sudah terlibat untuk mengatasi konflik Suriah, namun perang saudara yang sudah berlangsung selama 5 tahun di negara itu belum juga usai. Desakan agar Assad segera lengser dari posisinya pun kian terus mengemuka.
Hingga kini, perang saudara di Suriah diyakini telah menelan korban jiwa 250 ribu orang. Selain itu, hampir 5 juta orang terpaksa mengungsi dari Suriah. Konflik kian rumit dengan kehadiran ISIS di sejumlah wilayah Suriah.
“Rancangan konstitusi bisa siap dalam beberapa pekan. Dan, pemerintah yang termasuk di dalamnya oposisi, figur independen, dan loyalis bisa menyepakatinya,” jelas Assad, seperti dilaporkan Reuters yang mengutip kantor berita Rusia, RIA, Rabu (30/3).
Ia melanjutkan, distribusi portofolio dan masalah teknis lainnya akan dibahas di perundingan perdamaian Jenewa, yang dilanjutkan pada bulan depan. “Ini bukan pertanyaan sulit," ujar Assad.
Meski berbagai upaya sudah dilakukan dan dunia internasional sudah terlibat untuk mengatasi konflik Suriah, namun perang saudara yang sudah berlangsung selama 5 tahun di negara itu belum juga usai. Desakan agar Assad segera lengser dari posisinya pun kian terus mengemuka.
Hingga kini, perang saudara di Suriah diyakini telah menelan korban jiwa 250 ribu orang. Selain itu, hampir 5 juta orang terpaksa mengungsi dari Suriah. Konflik kian rumit dengan kehadiran ISIS di sejumlah wilayah Suriah.
(esn)