Video di Jerman Hina Erdogan, Ankara dan Berlin Tegang

Rabu, 30 Maret 2016 - 17:49 WIB
Video di Jerman Hina...
Video di Jerman Hina Erdogan, Ankara dan Berlin Tegang
A A A
ANKARA - Sebuah video klip di Jerman yang berisi hinaan terhadap Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan telah memicu ketegangan diplomatik antara Ankara dan Berlin.

Video satire yang ditayangkan stasiun televisi Jerman, NDR, berisi kecaman terhadap Erdogan terkait krisis pengungsi, kelompok Islamic State (ISIS) di Suriah, serta tindakan keras terhadap warga Kurdi.

Presiden Erdogan diolok-olok dalam video berjudul; ”Erdowie, Erdowo, Erdogan” yang ditanyangakn stasiun televisi NDR di program “Extra3” pada 17 Maret 2015 lalu.

Tayangan video yang telah beredar di YouTube itu membuat Duta Besar Jerman untuk Turki, Martin Erdmann, dipanggil Kementerian Luar Negeri Turki untuk menjelaskan alasan penghinaan penyiar televisi di Jerman terhadap Presiden Erdogan.

Pemerintah Turki dilaporkan telah memerintahkan penghapusan video satir dari program "Extra 3" itu dari YouTube. ”Kami menuntut bahwa program itu dihapus, kata seorang diplomat Turki yang berbicara dalam kondisi anonim kepada AFP, Rabu (30/3/2016).

Namun, pada hari Selasa kemarin, Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan bahwa Erdmann telah dipanggil sekali lagi. Namun, selama pemanggilan, Duta Besar Jerman itu sudah membuat jelas posisi Pemerintah Jerman, yakni menjadi rumah bagi kebebasan berbicara.

Aturan hukum, independensi peradilan dan perlindungan kebebasan fundamental, termasuk kebebasan pers perlu dilindungi,” kata Erdmann.

Meski membuat Turki tersinggung, stasiun televisi itu justru menyindir permintaah pemerintah Erdogan yang minta penghapusan video dari YouTube. Melalui halaman Facebook, pihak pembuat program televisi tersebut menyindir dengan menyuguhkan video klip “TV on demand”.

Penyiar televisi juga membukukan karikatur yang menggambarkan Presiden Turki dengan alat pemadam kebakaran berada di depan laptop. ”Entah Anda memadamkan video ini, atau saya akan memadamkan internet,” bunyi tulisan karikatur tersebut.

Pemerintah Turki tampaknya telah mengambil tindakan diplomatik yang tidak kompatibel dengan pemahaman kita tentang kebebasan pers dan kebebasan berpendapat,” kata Andreas Cichowicz, pemimpin redaksi NDR kepada kantor berita Jerman, DPA.
(mas)
Berita Terkait
Jerman dan Yunani Peringatkan...
Jerman dan Yunani Peringatkan Turki tentang Pengeboran di Mediterania
Jurnalis Turki Divonis...
Jurnalis Turki Divonis 27 Tahun Penjara dalam Kasus Spionase
Situasi Keamanan Memburuk,...
Situasi Keamanan Memburuk, Austria dan Jerman Tunda Operasi Penyelamatan di Turki
Jerman pada Turki: Hentikan...
Jerman pada Turki: Hentikan Tindakan Provokasi di Mediterania Timur
Yunani-Turki Bersitegang,...
Yunani-Turki Bersitegang, Menlu Jerman: Sebuah Percikan Bisa Picu Bencana
Turki Tuduh Barat Kobarkan...
Turki Tuduh Barat Kobarkan Perang Psikologis
Berita Terkini
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
49 menit yang lalu
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
2 jam yang lalu
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
3 jam yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
4 jam yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
4 jam yang lalu
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved