Trump Ingin Pindahkan Kedubes AS di Israel ke Yerusalem
Selasa, 22 Maret 2016 - 17:07 WIB
Trump Ingin Pindahkan Kedubes AS di Israel ke Yerusalem
A
A
A
WASHINGTON - Donald Trump menyatakan, ia berharap Gedung Putih akan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat (AS) ke wilayah itu. Hal tersebut diungkapkan Trump sesaat sebelum berbicara kepada kelompok lobi pro Israel terbesar di Washington.
Pernyataan Trump ini berbeda dengan sikapnya beberapa waktu lalu yang menyatakan bersikap netral dalam menyikapi sengketa Israel-Palestina. Namun, sikap itu berubah beberapa jam sebelum bertemu dengan kelompok lobi pro Israel, AIPAC, di Washington.
"Tidak ada orang yang lebih pro-Israel dari saya. Kami harus melindungi Israel yang sangat penting bagi kami," kata Trump kepada stasiun televisi CNN.
Saat ditanya apakah akan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Washington, dengan tegas menjawab: "Ya, saya akan (melakukan itu)."
"Faktanya adalah saya ingin melihatnya pindah, saya ingin melihatnya di Yerusalem," imbuhnya seperti dikutip dari laman Tribune, Selasa (22/3/2016).
Israel menganggap Yerusalem sebagai ibukotanya, tetapi banyak negara, termasuk AS yang menjadi sekutu kentalnya, telah menolak memindahkan misi diplomatik mereka di sana, sementara status dan perbatasan wilayah itu masih sengketa.
Pernyataan Trump ini berbeda dengan sikapnya beberapa waktu lalu yang menyatakan bersikap netral dalam menyikapi sengketa Israel-Palestina. Namun, sikap itu berubah beberapa jam sebelum bertemu dengan kelompok lobi pro Israel, AIPAC, di Washington.
"Tidak ada orang yang lebih pro-Israel dari saya. Kami harus melindungi Israel yang sangat penting bagi kami," kata Trump kepada stasiun televisi CNN.
Saat ditanya apakah akan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Washington, dengan tegas menjawab: "Ya, saya akan (melakukan itu)."
"Faktanya adalah saya ingin melihatnya pindah, saya ingin melihatnya di Yerusalem," imbuhnya seperti dikutip dari laman Tribune, Selasa (22/3/2016).
Israel menganggap Yerusalem sebagai ibukotanya, tetapi banyak negara, termasuk AS yang menjadi sekutu kentalnya, telah menolak memindahkan misi diplomatik mereka di sana, sementara status dan perbatasan wilayah itu masih sengketa.
(ian)